Sangihe, Barta1.com – Petani kelapa di Kabupaten Kepulauan Sangihe tentu perlu mempergunakan peluang yang disediakan Mansur dan timnya yang ada di Tahuna.
Mansur adalah pengusaha sekaligus fasilitator yang mendorong pengolahan kelapa menjadi Kopra Putih yang berkualitas ekspor. Ketika mendapat kesempatan mewawancarainya usai kunjungan Staf Khusus Menteri Pertanian, Mansur mengungkapkan harapannya selaku perusahaan swasta dapat bersinergi dengan pemerintah terkait optimalisasi pengolahan kelapa di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Dirinya punya alasan sendiri bagaimana selama ini ada kecenderungan petani dirugikan lewat sistem ijon yang kerap menimpa mereka. Mansur percaya, peningkatan kesejahteraan petani kelapa itu bisa terus naik dibanding dengan selama ini mereka memproduksi kopera hitam dengan memakai cara-cara manual.
“Nah ini yang harus kita hentikan apalagi dengan cara sistem ijon yang merugikan petani. Jadi mereka terjajah secara ekonomi, karena harga itu bisa sampai 100% di bawah harga umumnya, artinya ini belum adil harganya bagi petani,” jelasnya, Selasa (17/11/2020).
Dijelaskannya lagi kedepannya dia dan timnya yang ada di Tahuna akan menjangkau pelosok desa membentuk kelompok tani kelapa, sehingga di tiap desa mempunyai unit pengolahan kopra putih. Sebagaimana menurutnya hari juga Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, mengharapkan kehadiran mereka di sana.
“Sempat tadi kita sampaikan mengenai kelompok tani, di setiap desa kita upayakan ada kelompok tadi supaya ada unit pengolahan kopera putih mungkin di Kabuaten Kepulauan Sangihe, kita coba koordinasi dengan pak kadis pertanian. Dan saat ini juga Halmahera Selatan, Maluku Utara juga menjadi prioritas kita khawasan Indonesia Timur, minimal kita rubah cara pengolahannya, teknologinya dan kita buka pasarnya,” kata Mansur.
Diterangkannya Agris sendiri baru berdiri sejak tahun 2019, belum lama ungkapnya, sehingga mereka terus memperbaiki termasuk menyediakan aplikasinya.
“Untuk sementara masih berbasis web, kita juga nanti siapkan koperasinya sehingga petani tidak hanya mendapatkan peningkatan harga dari produk yang bagus tadi dengan mesin-mesin ini, tapi juga ada istilahnya gotong-royong dalam koperasi tadi, jadi semakin ini maju Agris, berarti koperasi juga memberikan hasil usaha bagi petani dan pekerja,” katanya lagi.
Agris yang merupakan sentra pengolahan kelapa saat ini tersedia di tiga kota, seperti di Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, yang berorientasi pada pengolahan daging kelapa putih sebagai suplayer daging kelapa putih di pabrik PMA dari Thailand, kemudian Kepulauan Sangihe dan Halmahera Selatan yang sementara dipersiapkan.
“Untuk ekspor, kita ekspor ke wilayah Asia Selatan, bisa ke India atau Pakistan. Sekali ekspor karena itu masih mulai, baru satu atau dua kontener sebulan, harapannya dengan banyak yang kita ajak mitra bisa kita maksimalkan lagi karena potensinya luar biasa,” pungkas Mansur.
Sebelum itu Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi, mengungkapkan apresiasinya ketika berkunjung di pabrik pengolahan Kopra Putih di Soataloara Kecamatan Tahuna. Menurutnya Kopra Putih merupakan hasil olahan yang menggunakan teknologi tepat guna yang memberikan hasil produksi yang luar biasa.
“Saya terima kasi sama pak Mansur dan rekan-rekannya yang mau terjun langsung dan ikut terlibat. Kenapa karena pasarnya ada, dan yang dia lakukan sekarang belum bisa memenuhi pasar sehingga bukan hanya di Sulawesi Utara ternyata. Dia sampai ke Halmahera untuk melakukan hal yang sama, dengan skema yang luar biasa memotong ijon, memotong proses produksi, efisien dan efektif berarti memang kelapa juga masa depan di sini. Biasa kita cuma bilang bumi nyiur melambai tapi kita ndak pernah dapat hasilnya. Saya yakin, surga itu sudah ada di depan mata, tinggal bagaimana para petani mau menyikapi,” ungkap Tamalagi yang melakukan kunjungannya selama dua hari di kepulauan Sangihe.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post