Talaud, Barta1.com – Warga Kabupaten Kepulauan Talaud mempertanyakan sisa Bahan Bakar Minyak (BBM) pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait adanya pemadaman listrik, Kamis (16/07/2020).
Pemadaman listrik di Kabupaten Kepulauan Talaud sudah menjadi hal biasa. Mesin rusak dan gangguan jaringan terus menjadi faktor utama adanya pemadaman listrik tersebut. Sontak, kejadian ini mengundang tanda tanya masyarakat tentang kuota BBM yang terpakai saat pemadaman listrik dilakukan.
Pasalnya, dengan adanya pemadaman listrik, disinyalir masih ada kuota BBM yang tidak terpakai karena saat terjadinya pemadaman listrik, maka ada pengurangan beban kapasitas pemakaian listrik. Hal ini dikatakan oleh Yance Berhamba, salah satu tokoh pemuda.
“Ini lagi ramai diperbincangkan oleh masyarakat bahwa kalau terjadi pemadaman listrik, berarti ada kuota BBM yang tersisa. Kalau memang betul ada sisa kuota, dikemanakan sisa kuota tersebut,” kata Berhamba.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Perbatasan, Fery Tumbal mengaku sangat keberatan jika kondisi itu terjadi. “Kami juga mempertanyakan, begitu sering terjadi pemadaman listrik. Pada 16 Juli 2020 dan sebelum itu juga sudah terjadi pemadaman beberapa kali dengan alasan memperbaiki jaringan. Nah, memperbaiki jaringan bagimana sedangkan pemadaman terjadi pada malam hari,” katanya.
Ia juga mempertanyakan sisa BBM yang tidak terpakai saat pemadaman listrik. “Setelah terjadi pemadaman, dikemanakan sisa BBM yang tidak terpakai pada saat pemadaman? Sedangkan pihak pertamina setiap bulan menyuplai BBM 200 KL yang dibagi menjadi dua trip dengan jumlah 100 KL setiap tripnya. Apakah 100 KL tersebut tidak cukup untuk seminggu? Sedangkan sering terjadi pemadaman, jangan sampai ada permainan BBM di dalam,” ungkap Tumbal.
Dia berjanji jika menemukan data terjadi permainan BBM di balik pemadaman listrik, akan melaporkan kepada pihak berwajib.
Melky Kapoh, Kepala Unit Layanan Pembangkit (ULP) Beo menerangkan tidak ada BBM yang tersisa karena semuanya terpakai. “Kalo mo bilang sisa ndak ada. Tapi itu dilaporkan semua. Droping perbulan itu ada. Umpanya jatah 90 trus ada sisa 10. Itu tetap maso trus karena laengkali belum sampai 90, dorang so bawa akang,” terang Kapoh.
Sistim administrasi PLN dipantau oleh KPK. Apalagi pelaporannya tiga kali dalam satu hari. “Pagi jam 7, malam jam 7 dan tengah malam jam 12,” katanya.
Saat ditanyakan kembali mengapa BBM tersebut tidak ada sisa, ia menerangkan bahwa dalam sebulan ada dua kali proses droping BBM. Untuk sekali droping, kuota BBM-nya berjumlah 100 KL. Ketika kuota 100 KL tersebut masih ada sisa, maka untuk proses droping selanjutnya akan berkurang karena hanya menambah sisa kuota hingga mencapai 100 KL.
“Torang pe droping dalam sebulan ada 200KL Tapi di bahagi dua. Kan dua kali droping.Torang pe palaporan 1X24 jam,” kata Kapoh. “Kalo depe mentok di tanggal 30 kong masih ada sisa, dia tetap tapake. Droping itu kan tergantung. Makanya semua yang mengatur Tahuna. Kalo masih ada sisa 20 KL, mo maso disana cuma 180 karena masih ada sisa 20,” tandas Kapoh.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post