• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Ortu Murid Somasi Sekolah Gara-gara Finger Print

by Ady Putong
18 Oktober 2019
in Edukasi, News
0
Suasana di SD Negeri Winangun Kota Manado

Suasana di SD Negeri Winangun Kota Manado

123
SHARES
250
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com — Pengadaan unit finger print di SD Negeri Winangun Kota Manado berbuntut masalah. Situasi itu dipicu postingan salah satu orang tua (ortu) siswa di media sosial yang menyoal pembelian mesin absensi tersebut dipungut dari kantong pribadi tenaga opengajar

Postingan Henny Soetrisno (60) di akun Facebook-nya tak disangka ditanggapi serius pihak SDN Winangun. Dalam postingan itu Henny, orang tua salah satu siswa di sekolah itu, menanyakan latar belakang pengadaan mesin finger print yang dibeli menggunakan dana pribadi guru. Padahal setahu dia pembelian barang-barang semacam ini lazimnya menggunakan dana BOS.

“Jadi tidak ada niat saya menuduh atau meneror pihak sekolah lewat postingan itu, hanya mempertanyakan saja,” kata Henny, ditemui Barta1 di kantin SDN Winangun Jumat (18/10/2019)

Awalnya dia mengetahui perihal pembelian mesin finger print dari tuturan salah satu tenaga honorer sekolah tersebut. Pegawai itu, lanjut dia, dengan raut muka kusut, mengeluh entah mau ambil uang di mana untuk dikumpulkan membeli fingerprint machine.

“Dia juga mengaku ada unsur pemaksaan dari Kepala Sekolah,” jelas Henny.

Setelah mengkaji hasil pembicaraan honorer tersebut, Henny bertemu dengan Kepsek. Tapi tidak disangka saat di dalam ruangan sudah ada Ketua Komite Sekolah yang disebut Henny melakukan pengancaman terhadap dirinya.

“Saya sebenarnya tidak mau memosting ini di media sosial. Tapi, karena saya dikepung oleh ketua komite dan anggota komite akhirnya saya marah dan memosting hal tersebut yang hanya bersifat bertanya tanpa ditujukan ke siapapun,” tuturnya.

Lebih lanjut Henny menegaskan dirinya merasa dirugikan dan melayangkan somasi kepada pihak sekolah. Jika ada mediasi yang dilakukan silakan saja, tetapi tetap somasi akan terus berjalan

Sementara Itu Telly Rorintulus selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Winangun Manado yang ditanyai masalah ini oleh media mengatakan pembelian fingerprint machine dengan cara patungan dari tiap guru merupakan inisiatif dirinya, karena sudah dituntut untuk absen harus menggunakan fingerprint.

“Hal ini juga berlaku hanya kepada yang sudah pegawai negeri sipil (PNS) sedangkan untuk tenaga honorer saya yang membayar untuk patungan mereka,” aku Telly.

Dikatakanya, untuk uang yang dikumpulkan dari guru-guru tersebut akan dikembalikan. Apalagi memang tidak ada keberatan dari semua guru karena yang dibeli merupakan kebutuhan bersama.

“Untuk semua yang menambahkan uang akan diganti dengan anggaran setoran sekolah dari kantin dan ketika sudah ada dana bantuan operasional sekolah, maka uang setoran yang dipakai dari kantin itu akan kembalikan,” katanya lagi.

Dia juga membantah ada pengancaman pada Henny saat bertemu dengan Komite Sekolah.

“Pertemuan saat itu tanpa sengaja bertepatan dengan kedatangan ketua komite yang mau menanyakan kebenaran postingan tersebut,” jawab Telly. “Saat bertemu saya sudah menyampaikan permintaan maaf jika ada salah dan mempertanyakan alasan kenapa diposting hal tersebut, tetapi ditanggapi dengan nada kasar dan suara tinggi,” tambah dia. (*)

Peliput : Albert P Nalang

Barta1.Com
Tags: finger printSDN Winangun
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
TUHAN YANG ROMANTIS DALAM KEPENYAIRAN JE TATENGKENG

TUHAN YANG ROMANTIS DALAM KEPENYAIRAN JE TATENGKENG

Discussion about this post

Berita Terkini

  • RSUD Liun Kendage Akui Kekosongan Obat, Sebut Dampak Transisi Pengadaan 29 April 2026
  • RSUD Liun Kendage Gandeng Dekopinda untuk Menata Usaha di Lingkungan Rumah Sakit 29 April 2026
  • Menyiapkan Generasi Vokasi di Era Digital: Kuliah Umum Polimdo Angkat Isu Digital Marketing dan Keuangan Praktis 29 April 2026
  • RDP DPRD Sulut: Pokir Lenyap, Bantuan Rumah Ibadah Tak Ada di Tomohon 29 April 2026
  • Polresta Manado Perang Lawan Bandar Narkoba: 141 Paket Sabu dan 5.264 Butir Obat Keras Gagal Beredar 29 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In