• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur
Merajut Paradigma Baru di Kanvas Kulit Manusia

Cliff Valentino Eman, pemilik Raven Tattoo Studio di Manado.

Merajut Paradigma Baru di Kanvas Kulit Manusia

by Ady Putong
18 Maret 2019
in Kultur, Seni
0
0
SHARES
190
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Keyakinan dan peristiwa masa lampau telah menjejakan kelam bagi para artis tato. Para perajah harus mengedukasi siapa saja bahwa karya mereka di atas kanvas kulit manusia adalah seni sejati, yang membutuhkan kemampuan, pengalaman dan bahkan profesionalitas.

Barta1 menemui Cliff Valentino Eman pada Senin (18/03/2019) siang di rumahnya, kawasan Mapanget Kota Manado. Lelaki berkulit putih ini adalah seorang arsitek. Namun belakangan profesi itu perlahan dia tinggalkan. Beberapa bulan terakhir Cliff berkonsentrasi sebagai artis tato profesional dan membuka studio di rumahnya, Raven Tattoo Studio. Dia menyebut kerja-kerja menggambar gedung mulai melelahkan dan mencari tantangan berbeda pada medium kulit manusia.

Cliff mengaku terus melawan stigma negatif yang dipercayai masyarakat bahwa tubuh yang ditato identik dengan dunia hitam. Untuk itu, dia juga harus melawan stigma pendosa pada artis tato dan kliennya. Di bagian dunia lain kata dia, tato sudah menjadi gaya hidup. Dan para artis tato dihargai sesuai karya seni yang mereka ciptakan.

“Di sini di Manado kita punya budaya yang berbeda, selain harus terus mengedukasi orang-orang bahwa ini adalah seni dan tato ini tidak ada kaitan sedikit pun dengan kejahatan, tato bahkan bagi beberapa kalangan adalah gaya hidup dan artis tato adalah profesi seperti halnya dokter atau pengacara,” kata dia.

Seni tato sudah ada sejak ribuan tahun lampau. Gambar pada kulit manusia pernah ditemukan pada Mumi Mesir yang diurai peneliti hidup pada tahun 1300 sebelum masehi. Setelah tato melalui pergelutan zaman, Cliff mengklaim saat ini dan ke depan kerja seni ini bisa menjadi sandaran hidup. Budaya tato tak akan lekang tergencet waktu, baik kini maupun di masa datang.

Dari lelaki ini, Barta1 sedikit banyak bisa mengetahui beberapa hal teknis pada seni merajah tubuh manusia. Mesin gambar yang digunakan ada beberapa macam. Mesin coil seperti yang digunakan Cliff ternyata tidak seringan pulpen. Sisi atasnya berbentuk besar persegi memuat core untuk menggerakan jarum di ujung lainnya yang lebih pipih.

Karena bebannya yang relatif besar untuk menggambar, jelas butuh keahlian khusus agar gambar yang dihasilkan memenuhi kepuasan artis tato dan terutama konsumennya. Gerakan jarum pada mesin jenis ini naik turun, sementara ada pula mesin lainnya yang bergerak memutar seperti kipas.

Beberapa gambar tato di Raven Tattoo Studio. (foto: dok pribadi Raven Tattoo)

Tinta tato pun bermacam-macam dengan kualitas berbeda. Untuk mendapatkan hasil yang baik, artis tato perlu memiliki kemampuan separasi warna tinta. Feeling-nya mencampur warna juga perlu terus diasah agar bisa memainkan teknik gradasi yang mumpuni pada gambar yang dihasilkan.

Cliff sendiri menyebut karyanya bermazhab realis. Banyak gambar yang dia hasilkan atau siap diproduksi bermotif wajah manusia. Sedangkan di luar sana aliran tato ini juga beragam. Ada yang surealis, black and grey, water colour, tribal, geometris hingga multi dimensi.

Yang pasti kata dia, kemampuan artis tato bisa diasah, namun profesionalitas mereka adalah harga yang sesungguhnya.

Menjaga Profesionalitas
“Bagaimana kita menempatkan bahwa karya kita worth it? Caranya adalah dengan menjaga profesionalitas kita agar khalayak mau menghargai karya kita. Intinya artis tato sendiri yang harus membuat dirinya memiliki nilai,” terang Cliff.

Profesional bagi artis tato dan pemilik studio tato di Indonesia, sebenarnya lanjut Cliff, belum punya parameter dan standar-standar khusus. Namun mengacu ke regulasi yang diciptakan pekerja tato di Amerika, Eropa atau di Asia khususnya Jepang, studio tato wajib menjamin rasa aman konsumennya.

“Kebersihan alat yang digunakan harus terus diperhatikan dan dijaga, termasuk punya 4 tempat sampah untuk menampung limbah kapas dan lainnya, ini beberapa detil aturan untuk menyatakan bahwa studio tato sudah memenuhi standar profesional,” jelas Cliff.

Beberapa studio tato di Manado, Tomohon dan Minahasa sudah memenuhi unsur-unsur ini. Dia mengajak semua artis tato di Manado dan sekitarnya untuk terus melakukan pengembangan pribadi yang bermuara pada skill maupun jaminan kenyamanan konsumen. Bisnis tato menurut Cliff akan mendapat tempat yang layak karena perilaku pekerjanya.

“Stigma negatif harus kita geser, tetapi juga bagaimana membuat kita dipercaya semuanya tergantung pada perilaku kita sendiri, ini tentu akan membawa paradigma baru pada masyarakat bahwa artis tato adalah pekerja seni,” kata dia.

Profesionalitas juga berarti menjaga kepercayaan dengan klien. Clif menempatkan satuan harganya pada ukuran bagian tubuh yang akan digambar, akumulasi antara panjang dikali lebar. Tapi ada juga yang dihargai dalam hitungan berapa jam karya tato itu dibuat. Tentu pada dua sistem tadi, harus ada kesepakatan sebelumnya yang dibuat antara artis tato dan klien.

“Dan pada akhirnya atas sebuah karya yang diciptakan yang dikejar adalah kepuasan artis itu sendiri, tidak ada yang harganya melebihi itu,” tutup suami dari Christina Purba ini. (*)

Penulis: Ady Putong

Barta1.Com
Tags: artis tatoCliff Valentino EmanRaven Tattoo Studio
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Teknil Sipil Polimdo Pamerkan Desain Struktur Bangunan dan Jembatan

Teknil Sipil Polimdo Pamerkan Desain Struktur Bangunan dan Jembatan

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Ibadah Pranatal Jurusan AB Polimdo, Ir Rudolf E G Mait : Senantiasa Mengucap Syukur 5 Desember 2025
  • Populasi Mobil Listrik Capai Nyaris 100 Ribu Unit, PLN Jadi Penentu Akselerasi 5 Desember 2025
  • PLN Percepat Pembangunan SPKLU, Target 5.800 Unit Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik 5 Desember 2025
  • Jamin Proyek Kelistrikan Aman, Kejaksaan Bondowoso Siap Dampingi PLN 5 Desember 2025
  • Perkuat Legalitas Program, PLN Gandeng Kejaksaan Negeri Bondowoso 5 Desember 2025

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In