• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Sabtu, Juli 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Fokus

Semua Bagian Pala Bisa Dimanfaatkan

by Agustinus Hari
8 Agustus 2018
in Fokus, Opini
0
Semua Bagian Pala Bisa Dimanfaatkan

Ilustrasi pekerja Pala di Sitaro. (foto:Barta1)

23
SHARES
197
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Greijuandy Liempepas SSi

PENINGKATAN luas areal dan produksi pala perkebunan rakyat dari tahun 2015, 2016 dan 2017 di Provinsi Sulawesi Utara yaitu pada tahun 2015 luas areal 19.374 Ha dengan produksi 4.321 ton, tahun 2016 luas areal 19.396 Ha dengan produksi 4.376 ton, tahun 2017 luas areal 19.399 Ha dengan produksi 4.398 ton. Data statistik tersebut diperoleh dari Direktorat Jenderal Perkebunan Indonesia.

Salah satu kabupaten di Sulawesi Utara yang mengandalkan buah pala sebagai komoditi unggulan yaitu Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Produksi buah pala di Sitaro pada tahun 2015 sebanyak 799 ton. Hal ini berdasarkan data statistik dari Direktorat Jenderal Perkebunan Indonesia.

Tanaman pala berperan sangat penting di bidang perekonomian kabupaten Sitaro. Jenis tanaman pala di kabupaten ini yaitu termasuk dalam klasifikasi Myristica fragrans Houtt. Budidaya tanaman pala di kabupaten ini masih dilakukan secara tradisional.

Nurdjanah dalam jurnal tentang Teknologi Pengolahan Pala (2007) berpendapat bahwa daging buah pala dapat dilakukan pengolahan menjadi produk makanan dan minuman seperti manisan, jeli, dodol, minuman beralkhol, sari buah dan asam cuka.

(baca juga: Dari Kinali ke Pasar Eropa, Jalan Berliku Pala Siau)

Biasanya nilai ekonomi yang tinggi dalam buah pala itu terletak pada senyawa sekunder bagian tanaman tersebut. Salah satu senyawa sekunder yang terdapat pada hasil penyulingan biji, daging dan fuli pala yaitu minyak atsiri.

Minyak Pala tersebut dapat diperoleh dengan berbagai teknik penyulingan yaitu perebusan, pengukusan, dan dengan uap langsung. Manfaat dari minyak atsiri sangatlah banyak serta dilakukan berbagai macam penelitian. Menurut Takikawa dkk pada tahun 2002 dalam jurnal Biosci Bioeng tentang (Antimicrobial Activity of Nutmeg Against Escherichia coli 0.157). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa adanya aktivitas antimikroba dari pala.

Selain itu, minyak atsiri bermanfaat sebagai antioksidan. Hal ini telah dilakukan penelitian oleh Chattterjee dkk pada tahun 2017 dalam jurnal Food Chem tentang (Antioxidant Activity of Some Phenolic Constuents from Green Pepper (Piper nigrum L) dan Fresh Nutmeg Mace.

Berdasarkan Drazat (2007) dalam buku Meraup Laba dari Pala berpendapat bahwa khasiat pala juga dipercaya dapat menyembuhkan penyakit muntaber, gangguan pencernaan, gangguan sulit tidur (insomnia), gangguan pada telinga dan menghilangkan rasa lelah serta nyeri haid.

Maka dari itulah tanaman pala memiliki nilai jual yang tinggi. Ekspor minyak pala Indonesia pada tahun 2011 tercatat sebesar 400 ton dengan nilai USD 24 juta. Hal ini berdasarkan dari sebuah artikel yang berjudul tentang Pasar Minyak Atsiri yang ditulis oleh Mulyadi. (*)

 

(Greijuandy Liempepas adalah peneliti dan sarjana Bioteknologi dari Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, Lahir di Manado 14 Juli 1995)

Barta1.Com
Tags: Greijuandy LiempepasMyristica fragrans HouttpalaSitaro
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Industri Holtikultura di Dapurnya Indonesia Timur

Sayur Modoinding, dari Industri Holtikultura ke Agrowisata

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Resmi Lantik Pengurus Pilar Harmonis Nusantara, Yulianti Saridin: Momentum Perkuat Pengabdian Kepada Bangsa dan Negara 24 Juli 2026
  • Dukung Kemandirian Petani Bunga Krisan, PLN UID Suluttenggo Resmikan Program Electrifying Agriculture di Tomohon 24 Juli 2026
  • PLN Pasang Sambungan Listrik Gratis untuk Enam Keluarga di Boltim 24 Juli 2026
  • PLN Pulihkan 94 Persen Pasokan Listrik Pascabanjir dan Longsor di Tamako 24 Juli 2026
  • PLN Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Tamako 24 Juli 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In