• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Kamis, September 10, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Peneliti Polimdo Diundang Dinas Koperasi dan UKM Sulut, Perkenalkan Aplikasi Digital untuk Perkuat UMKM

by Meikel Eki Pontolondo
10 September 2026
in Edukasi
0
Peneliti Polimdo Diundang Dinas Koperasi dan UKM Sulut, Perkenalkan Aplikasi Digital untuk Perkuat UMKM
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Tim peneliti Politeknik Negeri Manado (Polimdo) mendapat undangan dari Dinas Koperasi dan UKM Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk mensosialisasikan sistem aplikasi pengelolaan administrasi dan transaksi bisnis yang terintegrasi dan berkelanjutan bagi koperasi, UMKM, serta kelompok nelayan.

Sosialisasi tersebut berlangsung di UPTD Balai Diklat Koperasi dan UKM Daerah Provinsi Sulut, Rabu (9/9/2026), dan mendapat sambutan antusias dari para peserta, termasuk kelompok disabilitas dan pelaku UMKM.

Salah satu peserta, Glen Tielung, mengungkapkan bahwa materi pembelajaran yang diberikan sangat baik dan bermanfaat. Menurutnya, peserta perlu benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dan tidak ragu bertanya apabila ada hal yang belum dipahami.

“Kegiatan sosialisasi sangat baik. Seharusnya kita benar-benar belajar. Jika tidak tahu, harus bertanya, karena sistem yang diperkenalkan ini sangat membantu kita dalam mengelola dan mengembangkan usaha nantinya,” ungkap Glen.

Glen merupakan salah satu peserta dalam kegiatan peningkatan kapasitas UMKM bagi kelompok disabilitas dan UMKM secara umum Angkatan IIIA yang berlangsung sejak Selasa hingga Kamis (8–10/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Dinas Koperasi dan UKM Daerah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Plt. Kepala Dinas Jenny Grace Komaling, SS, MSi. Pelaksanaan kegiatan turut dipantau langsung oleh Alexander Rompies, ST, MSi, selaku Kepala Bidang Sumber Daya Manusia dan Restrukturisasi Usaha.

Sementara itu, tim peneliti dari Polimdo hadir langsung melalui Daisy Iriany Erny Sundah, S.E., M.Ed.M dan Iyam L. Dua, S.E., M.Si.

Dalam pemaparannya, Daisy menjelaskan manfaat aplikasi yang dikembangkan melalui hasil penelitian dirinya bersama tim.

“Apa manfaat dari aplikasi ini? Bapak dan Ibu tidak akan kesulitan lagi untuk menghitung maupun membuat laporan keuangan. Melalui sistem ini, cukup menekan tombol, hasilnya akan langsung keluar, misalnya laporan laba rugi dan neraca,” jelas dosen senior Jurusan Administrasi Bisnis Polimdo tersebut.

Menurut dia, pemanfaatan aplikasi ini menjadi penting bagi pelaku UMKM, terutama mereka yang selama ini masih melakukan pencatatan administrasi dan keuangan secara manual.

Ia menjelaskan, dalam menjalankan usaha, pelaku UMKM akan berhadapan dengan berbagai transaksi, mulai dari penjualan tunai, penjualan kredit, retur penjualan, potongan penjualan, hingga berbagai transaksi lainnya.

Jika seluruh transaksi masih dicatat secara manual, kata Daisy, risiko kehilangan catatan maupun kesalahan dalam menghitung kondisi keuangan usaha cukup besar. Bahkan, masih ada pelaku usaha yang belum memahami cara membuat laporan keuangan, khususnya laporan laba rugi.

“Kadang kita menganggap usaha kita sudah menguntungkan karena banyak yang membeli. Padahal, keuntungan itu belum dikurangi modal, biaya tenaga kerja, dan kewajiban lainnya. Akhirnya kita merasa punya banyak uang dan ingin menggunakannya untuk berjalan-jalan, padahal masih ada utang yang harus dibayarkan,” terangnya.

Karena itu, ia menilai kehadiran aplikasi hasil penelitian timnya dapat membantu pelaku usaha mengontrol kondisi keuangan secara lebih teratur dan transparan.

“Setiap permasalahan yang disampaikan tadi, dengan aplikasi ini semuanya bisa terkontrol. Dari sistem akan diketahui apakah masih ada utang yang perlu diselesaikan. Jadi, kita bisa mengetahui kondisi keuangan usaha dan lebih bijak dalam menggunakan uang,” tuturnya.

Daisy juga memperkenalkan dirinya sebagai seorang dosen yang berharap hasil penelitian tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi dapat benar-benar dimanfaatkan masyarakat.

“Saya seorang dosen. Kalau hasil penelitian saya digunakan oleh masyarakat, itu sangat luar biasa. Mengingat tugas dosen adalah meneliti dan membuat sesuatu yang lebih efisien serta bermanfaat bagi masyarakat, terutama aplikasi yang diperuntukkan bagi koperasi, UKM, dan kelompok nelayan yang masih banyak melakukan perhitungan dan pencatatan secara manual,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman yang ditemukan dalam pendampingan sebelumnya, sejak tahun 2028 terdapat sebanyak 44 pengusaha cakalang fufu yang masih melakukan pencatatan secara manual. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian catatan usaha berisiko hilang dan sulit dikontrol.

“Namun, semua bisa diberikan solusi dengan aplikasi yang kami buat ini. Semua catatan yang tersimpan dapat terkontrol dan diarsipkan secara digital. Untuk itu, sudah menjadi tugas kami untuk melayani dan memberikan solusi kepada masyarakat,” tambahnya.

Saat Daisy mempresentasikan sistem aplikasi yang telah dikembangkan, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap arahan yang diberikan. Meskipun waktu sosialisasi cukup terbatas, peserta tetap aktif menyimak dan mengikuti tahapan penggunaan aplikasi.

Mengusung Konsep Adaptif, Digital, dan Berdaya Saing.

Sementara itu, Kepala Bidang SDM dan Restrukturisasi Usaha, Alexander Rompies, saat diwawancarai mengungkapkan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas UMKM kali ini mengangkat tema “Adaptif, Digital, dan Berdaya Saing.”

Menurutnya, tema tersebut disesuaikan dengan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola bisnis saat ini.

“Adaptif terhadap perkembangan zaman yang menjadi tantangan UMKM saat ini. Kemudian digital, di mana kami mengarahkan semua pembelian maupun penjualan untuk menggunakan platform digital, termasuk pembayaran QRIS. Sedangkan berdaya saing, bagaimana setiap peserta diarahkan untuk memperkuat branding serta mengetahui cara mendapatkan kredit berupa modal dari bank,” ujarnya.

Alexander menambahkan, dalam kegiatan peningkatan kapasitas tersebut pihaknya turut menghadirkan sejumlah narasumber yang sebagian besar berasal dari kalangan praktisi.

“Narasumber yang kami undang dalam peningkatan kapasitas ini sekitar 90 persen berasal dari praktisi, baik dosen, ketua konten kreator digital Sulut, maupun pengajar AI tersertifikasi. Jadi, benar-benar kami sesuaikan dengan kebutuhan UMKM saat ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, para peserta yang mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas tersebut mendapatkan berbagai fasilitas, termasuk pengetahuan dan konsumsi, serta nantinya memperoleh uang harian sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Daerah Provinsi Sulut berharap para pelaku UMKM, kelompok disabilitas maupun secara umum mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mengelola administrasi usaha secara lebih tertib, serta meningkatkan daya saing usaha di era digital. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo 

Barta1.Com
Tags: Alex RompiesDaisy SundahDinas Koperasi dan UKM Provinsi SulutTim Peneliti Polimdo
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Peneliti Polimdo Diundang Dinas Koperasi dan UKM Sulut, Perkenalkan Aplikasi Digital untuk Perkuat UMKM 10 September 2026
  • Cegah Pohon Mati dan Roboh, KMPA TANSA-KPA Silvaterra Gelar Aksi Penyiraman 9 September 2026
  • Mahasiswa Polimdo Gelar Pelatihan SEO dan Brand Visual bagi UMKM Makanan Tradisional di Titiwungan Selatan 9 September 2026
  • PLN UP3 Luwuk Hadirkan Terang Melalui Program Light Up The Dream di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026 8 September 2026
  • RS Kita Waya Belum Bisa Terima Pasien ICU karena AC Rusak, Komisi IV Pertanyakan Data Penolakan 8 September 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In