Manado, Barta1.com — Mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Prodi Manajemen Pemasaran, Jurusan Administrasi Bisnis melaksanakan kegiatan Pengabdian Berbasis Masyarakat–Mahasiswa Berdampak di Kelurahan Titiwungan Selatan, Sabtu ( 5/09/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema “Pelatihan Implementasi SEO dan Sinkronisasi Brand Visual untuk Konten Digital Terfokus bagi para Pelaku UMKM Makanan Tradisional di Kelurahan Titiwungan Selatan” di bawah bimbingan Vekky Supit, S.E., M.Si dan Kaprodi Manajemen Pemasaran Jurusan AB Polimdo, Cysca Langi SE, MSi.
Pengabdian tersebut bertujuan untuk membantu pelaku UMKM makanan tradisional memahami pemanfaatan pemasaran digital untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.
“Pelatihan ini memadukan pengenalan Search Engine Optimization (SEO) dengan penguatan identitas visual merek dalam penyusunan konten promosi,” ungkap Vekky
Melalui pemahaman SEO, kata dia, pelaku UMKM diharapkan mampu menyusun informasi produk yang lebih jelas, relevan, dan mudah ditemukan oleh calon konsumen melalui pencarian daring. Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan promosi sesuai dengan kebutuhan masing-masing usaha.
“Selain pemanfaatan SEO, pelatihan ini juga menekankan pentingnya tampilan promosi yang menarik dan konsisten. Hal tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk serta membangun citra usaha yang lebih mudah dikenali oleh masyarakat,” ujarnya.
Lanjut dia, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui pengabdian ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami tantangan pemasaran yang dihadapi pelaku usaha sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan penerapan ilmu secara langsung,” jelasnya.
Bahkan diharapkan pengabdian ini dapat mendorong pelaku UMKM makanan tradisional di Kelurahan Titiwungan Selatan untuk mengembangkan konten promosi yang lebih terarah dan konsisten.
“Dengan pengelolaan pemasaran digital yang berkelanjutan, produk makanan tradisional setempat diharapkan semakin dikenal dan memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post