oleh

Snapback Melenggang dari Lapangan Bisbol ke Street Fashion

Tanpa topi gaya busana manusia tak akan pernah cemerlang. Selain menjadi pelindung teriknya matahari atau gerimis, topi juga adalah pemanis bagi kaum perempuan, atau penambah kesan maskulin bagi para lelaki.

Para cowboy memakai topi lebar di kepalanya kala menunggang kuda hingga adu tembak di era wild west. Begitu pun dengan para pelaut yang punya penutup kepala khas, mirip yang dikenakan figur Popeye The Sailorman.

Polisi juga punya topi pipih yang selalu sama dan tak lekang termakan zaman. Pula ada topi jerami, topi bersepeda, topi berperahu hingga topi para joki. Ternyata topi ikut mewakili kepribadian, gender, profesi bahkan tingkatan sosial.

Model topi snapback masa lalu. (gambar: the urbangent)

Salah satu model topi yang populer adalah snapback, yang sederhana dengan lidah menyambung di bagian badannya. Kita jamak melihatnya mulai dari yang dikenakan para olahragawan hingga kernet metromini. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Model topi jenis ini paling banyak dijual, di toko premium hingga pasar loak.

Snapback mulai populer ketika komunitas di Brooklyn New York mengenalkannya pada pertengahan 1800-an. Namun dia semakin populis saat diresmikan sebagai seragam lengkap pemain bisbol New York pada 24 April 1849. Soal sejarah snapback tidak bisa lepas dari peran American Needle (AN), perusahan manufaktur di Negerinya Paman Sam.

Topi bisbol untuk klub NFL yang diproduksi American Neddle. (foto: theurbangent)

Sejak 1918 hingga 3 generasi kemudian, perusahan keluarga dari Chicago itu telah berkecimpung sebagai produsen topi dan seragam olahraga. Seiring tumbuhnya bisbol sebagai salah satu industri olahraga di Amerika, AN juga semakin mengukuhkan perannya untuk menydiakan berbagai kebutuhan kostum klub-klub yang bermain di liga utama.

AN membuka jalan seragam olahraga menjadi bagian dari gaya mode masyarakat. Pada 1944 perusahan itu menawarkan agar Chicago Cubs menjadikan topi bisbol seperti yang dikenakan para pemain untuk dijual ke pendukung klub bisbol itu. Ya, mereka menjadi pioner penjualan merchandise dan langsung sukses. Edisi topi bisbol hari pertama ke fans Chicago Cubs laku keras. Begitu pun produksi selanjutnya, lebih cepat terjual dari produk perdana.

(baca juga: Legenda Boots dari Kaki Denise Boulet)

Perusahan itu kemudian mulai memproduksi seragam dan merchandise untuk semua klub bisbol yang bermain di liga mayor Amerika. Tahun selanjutnya mereka masuk ke ranah NFL dan NHL, liga utama Football dan Hoki es.

Tupac memakai topi blockhead di Film Poetic Justice. (foto: istimewa)

Di tahun 1980 hingga 1990-an, snapback semakin ikonik karena melangkah dari lapangan olahraga ke industri fashion yang sesungguhnya. Ada Tom Cruise yang memakainya dipadu dengan kacamata aviator di film Top Gun. Legenda rap Tupac Shakur juga selalu diingat dengan topi gaya blockhead di film Poetic Justice. Snapback Tupac itu adalah salah satu model yang diproduksi AN.

Menyusul para bintang besar tersebut, kini snapback adalah mode wajib fashion jalanan. Topi sederhana itu mewakili semangat mode yang kendati ikut sederhana namun bermakna besar saat bertengger di atas kepala. (*)

Penulis: Ady Putong

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed