Manado, Barta1.com — Perhatian terhadap penyandang disabilitas terus mendapat ruang dalam program peningkatan kapasitas koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Hal ini terlihat dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang untuk pertama kalinya secara khusus melibatkan pelaku koperasi dan UMKM dari kalangan penyandang disabilitas.

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulut, Jenny Grace Komaling, SS., MSi, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Manusia dan Restrukturisasi Usaha, Alexander Rompies, ST., MSi, mengungkapkan progres pelatihan peningkatan kapasitas koperasi dan UMKM tersebut, Rabu (9/09/2026).
Menurut Alexander Rompies, atau yang akrab disapa Alex, peningkatan kapasitas dilaksanakan secara bertahap berdasarkan angkatan. Untuk UMKM terdapat tujuh angkatan, sementara koperasi sebanyak enam angkatan.
“Peningkatan kapasitas ini dilakukan per angkatan. Terhitung ada tujuh dan enam angkatan. Untuk UMKM tujuh angkatan, sedangkan koperasi enam angkatan,” ungkap Alex.
Ia menjelaskan, jika setiap angkatan UMKM diikuti 30 peserta, maka terdapat sekitar 210 pelaku UMKM yang mendapatkan fasilitas Diklat dengan tema yang sama, yakni “Adaptif, Digital dan Berdaya Saing.”
Namun, yang menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan kali ini adalah keterlibatan penyandang disabilitas. Untuk pertama kalinya, program peningkatan kapasitas yang berkaitan dengan koperasi dan UMKM turut memberikan ruang secara khusus bagi kelompok disabilitas.
Alex mengatakan, keterlibatan penyandang disabilitas menjadi salah satu tantangan sekaligus pengalaman baru bagi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulut. Sebelumnya, program yang berkaitan dengan penyandang disabilitas lebih banyak dilakukan oleh Dinas Sosial.
Akan tetapi, Pemerintah Provinsi Sulut melalui Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulut Jenny Grace Komaling, SS., MSi, memberikan perhatian dengan memfasilitasi pelaksanaan Diklat bagi penyandang disabilitas.
“Bapak Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, serta Ibu Kadis Jenny Grace Komaling, SS., MSi, memfasilitasi kali ini untuk disabilitas,” ujarnya.
Menurut Alex, langkah tersebut merupakan bagian dari bentuk perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM dari kelompok disabilitas.
“Tantangannya, karena ini baru pertama kali dilaksanakan di Dinas Koperasi, jadi kami melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam pelaksanaan, apalagi terkait dengan jenis-jenis disabilitas yang hadir, seperti tuna rungu, tuna netra dan tuna daksa. Jadi, ini menjadi tantangan sekaligus pengalaman tersendiri bagi kami,” jelasnya.
Ia menambahkan, sesuai arahan Kepala Dinas Jenny Grace Komaling, kegiatan yang dinilai sangat baik tersebut akan dilanjutkan pada tahun depan melalui penganggaran yang lebih terarah.
“Sehingga tahun depan akan lebih terfokus, lebih terarah dan lebih baik dalam pelaksanaannya. Pastinya, setiap tahun akan dilaksanakan untuk disabilitas,” tambah Alex.
Dirinya berharap, baik pelaku UMKM disabilitas maupun peserta UMKM secara umum dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti Diklat.
Diklat tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 8–10 September 2026. Para narasumber yang dihadirkan merupakan praktisi yang dinilai memiliki pengalaman dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM.
“Karena dalam Diklat yang dilakukan selama tiga hari, sejak Selasa hingga Kamis (8–10/09/2026), kami memilih narasumber praktisi yang sehari-hari berkecimpung di bidangnya. Bahkan, para narasumber ini semacam melakukan pengabdian kepada negara, karena tidak sebanding honor narasumber yang diterima. Tapi ini bagian dari angkatan keenam,” jelasnya.
Alex mengatakan, para narasumber yang telah terlibat dalam gelombang sebelumnya memberikan materi secara total dan aplikatif, sehingga peserta diharapkan benar-benar memperhatikan setiap materi yang disampaikan.
“Harapan kami, UMKM ini benar-benar menangkap dan memperhatikan sepanjang Diklat berlangsung, karena yang diberikan sekarang adalah daging semua. Semuanya aplikatif dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Materi yang diberikan antara lain berkaitan dengan pemasaran, branding, serta pengembangan UMKM. Khusus bagi peserta UMKM disabilitas, Alex melihat antusiasme yang cukup tinggi selama mengikuti kegiatan.
“Dari evaluasi yang kami lihat sampai saat ini, mereka sangat antusias. Mereka memperhatikan materi yang ada. Bahkan, pada sesi tertentu lebih banyak teman-teman disabilitas yang aktif dibandingkan UMKM pada umumnya,” ungkapnya.
Sebagai fasilitator, Alex juga melihat langsung bagaimana peserta disabilitas fokus mengikuti setiap materi yang diberikan.
“Saya sebagai fasilitator memperhatikan mereka fokus dalam menerima materi. Kami berharap ada UMKM-UMKM disabilitas yang bisa naik kelas melalui kegiatan ini,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu peserta disabilitas, Glen Tielung, mengakui bahwa Diklat yang diikutinya sangat penting dan memberikan manfaat bagi dirinya maupun peserta lainnya.
“Pembelajaran saat ini sangat baik. Jadi, saya akan benar-benar belajar dan bertanya kalau tidak tahu. Kami di sini sudah ada absen, nantinya akan buat koperasi juga,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post