Manado, Barta1.com — Jajaran manajemen PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kotamobagu menerapkan kebijakan wajib “1 Hari Tanpa BBM” bagi karyawannya per Senin, 8 Juni 2026.
Regulasi internal ini merupakan strategi konkret implementasi program Clean Energy Day bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Secara rutin setiap hari Jumat, seluruh pegawai dan Tenaga Alih Daya dilarang keras membawa kendaraan berbahan bakar fosil ke area perkantoran.
Pekerja diinstruksikan beralih menuju moda transportasi rendah emisi seperti mobil listrik, motor listrik, sepeda gowes, hingga sekadar berjalan kaki.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mendeskripsikan langkah ini sebagai manuver percepatan dekarbonisasi berbasis budaya kerja.
“Kami ingin memastikan sebelum mengajak masyarakat luas menggunakan Electric Vehicle, insan PLN harus menjadi role model terdepan para pemakainya,” urai Usman.
Akumulasi penghematan bahan bakar harian serentak ini diyakini sangat menunjang akselerasi target pencapaian Net Zero Emissions skala nasional.
Manager PLN UP3 Kotamobagu, Reki Wowiling, merasa regulasi transisi gaya hidup harian ini tepat dideklarasikan pada peringatan hari ekologi sedunia.
“Melalui Clean Energy Day, kami menantang diri sendiri demi berkontribusi langsung mengurangi polusi dan ketergantungan pada energi fosil,” tegas Reki.
Praktik pergeseran moda transportasi ini terbukti ampuh menekan biaya operasional rutin sekaligus mengatrol tingkat kebugaran para pekerja di lapangan.
Andreas Bayu Anggara, salah satu pegawai UP3 Kotamobagu, mengakui kebiasaan barunya mengayuh sepeda sangat memotivasinya mencintai lingkungan.
“Memulai hari tanpa emisi membuat kami bangga karena bisa ikut ambil bagian menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi masa depan,” tutur Andreas. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post