• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Sejarah

Dari Benteng Malayu ke Kursi Raja: Transformasi Intelektual dan Iman di Tanah Mandolokang

by Iverdixon Tinungki
18 Desember 2025
in Sejarah
0
Pendidikan dan Kekristenan di Kerajaan Tagulandang. (Gambar: Ilustrasi AI)

Pendidikan dan Kekristenan di Kerajaan Tagulandang. (Gambar: Ilustrasi AI)

0
SHARES
34
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BARTA1.COM– Di tengah gemuruh ombak Kepulauan Utara Sulawesi, sebuah transformasi sunyi sedang berlangsung di abad ke-17. Ini bukan tentang perang, melainkan tentang pena, sekolah, dan sakramen baptis yang mengubah wajah sosial masyarakat Tagulandang selamanya.

Semua bermula ketika Raja Bawise alias Anthony Bapias memutuskan untuk memeluk Kristen Protestan. Daghregister Batavia mencatat momen haru ketika sang raja, istrinya, dan 183 penduduk dibaptis oleh Pendeta Petrus Sibelius.

“Nama baptis Anthony diambil dari nama depan Gubernur Anthony van Voorst,” ungkap Adrianus Kojongian, peneliti sejarah lokal.

Namun, tantangan muncul saat putra mahkota, Philip Anthonisz, masih sangat muda dan menderita penyakit kulit yang parah—apa yang disebut Gubernur Padtbrugge sebagai lazerij. Padtbrugge awalnya skeptis, namun kehendak terakhir President Monia sebelum wafat meminta agar sang raja muda tetap dipertahankan dan dididik.

Gubernur Padtbrugge kemudian menawarkan solusi yang kelak mengubah jalannya sejarah: Philip harus dikirim ke Benteng Malayu, Ternate.

“Raja muda akan dijinakkan dan ditundukkan selagi masih muda, sebelum terlambat,” tulis Padtbrugge. Di sana, sang calon raja dididik secara intensif dan penyakitnya pun disembuhkan.

Pendidikan tersebut membuahkan hasil luar biasa. Philip kembali ke Tagulandang bukan hanya sebagai raja, melainkan sebagai seorang intelektual yang mencintai ilmu pengetahuan.

Di bawah asuhannya, sekolah-sekolah mulai bermunculan. Pada tahun 1689, sekolah di Tagulandang sudah memiliki 117 siswa, sebuah angka yang besar di masa itu.

Raja Philip tidak bekerja sendiri. Ia membawa guru-guru muda yang telah dilatih di Ternate, seperti Francisco Matbons yang ditempatkan di Minanga. “Sang raja telah melakukan yang terbaik,” puji Gubernur Jenderal Joannes Camphuys dalam surat resminya pada tahun 1691.

Transformasi ini juga menyentuh aspek religius. Gereja-gereja yang baik mulai dibangun dan dipelihara. Pada tahun 1695, Tagulandang mencatat memiliki 1.764 orang Kristen dengan dua sekolah yang aktif.

Iman dan pendidikan menjadi dua pilar utama yang menyatukan masyarakat di bawah kepemimpinan Philip.

Keberhasilan model pendidikan Philip ini bahkan menjadi rujukan bagi kerajaan tetangga. Putra mahkota Siau, Pangeran Xavier, kemudian dikirim ke Ternate untuk mengikuti jejak Philip—sebuah bukti bahwa Tagulandang telah menjadi pelopor dalam pengembangan sumber daya manusia di kawasan tersebut.

Kesejahteraan pun meningkat seiring dengan stabilitas sosial. Penduduk yang terdidik mampu mengelola sumber daya alam mereka, termasuk produksi kapur, kayu, dan minyak kelapa yang melimpah, untuk memperkuat posisi tawar kerajaan di mata dunia internasional saat itu.

Estafet ini kemudian diteruskan oleh raja-raja selanjutnya, termasuk Josef Tamarel yang memerintah dengan sangat lama. Ia menjaga fondasi pendidikan dan iman yang telah diletakkan oleh para pendahulunya, memastikan masyarakat Tagulandang tetap memiliki karakter yang kuat.

Menengok kembali ke abad ke-18, kita melihat bahwa kemajuan Tagulandang tidak datang dari kekuatan militer, melainkan dari keberanian para rajanya untuk membuka diri terhadap ilmu pengetahuan dan perubahan keyakinan tanpa kehilangan jati diri.

Kini, lonceng gereja dan sekolah di Tagulandang tetap berbunyi, sebuah gema panjang dari visi besar seorang raja muda yang pernah “dijinakkan” di benteng asing demi kemajuan bangsanya sendiri.(*)

Penulis/Editor:

Iverdixon Tinungki

Barta1.Com
ADVERTISEMENT
Iverdixon Tinungki

Iverdixon Tinungki

Jurnalis dan sastrawan. Pendiri dan Editor senior di Barta1.com

Next Post
Polimdo Gelar Wisuda Gelombang IV Tahun 2025, Direktur Tekankan Pentingnya Kesadaran Diri Lulusan

Polimdo Gelar Wisuda Gelombang IV Tahun 2025, Direktur Tekankan Pentingnya Kesadaran Diri Lulusan

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Ajang Talenta SMP 2026, Ruang Pembinaan Prestasi dan Karakter Siswa Sangihe 30 April 2026
  • RSUD Liun Kendage Akui Kekosongan Obat, Sebut Dampak Transisi Pengadaan 29 April 2026
  • RSUD Liun Kendage Gandeng Dekopinda untuk Menata Usaha di Lingkungan Rumah Sakit 29 April 2026
  • Menyiapkan Generasi Vokasi di Era Digital: Kuliah Umum Polimdo Angkat Isu Digital Marketing dan Keuangan Praktis 29 April 2026
  • RDP DPRD Sulut: Pokir Lenyap, Bantuan Rumah Ibadah Tak Ada di Tomohon 29 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In