Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menggelar upacara wisuda dan pelantikan lulusan Program Diploma III dan Program Sarjana Terapan Gelombang IV Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Prof. Ruddy Tenda, Rabu (17/12/2025).

Dalam laporan akademik yang disampaikan Wakil Direktur Bidang Akademik Polimdo, Dr. Diane Tangian, SH, MH, disebutkan bahwa jumlah lulusan Polimdo hingga 30 Oktober 2025 (Gelombang III) mencapai 18.628 orang. Jumlah tersebut terdiri atas Diploma I sebanyak 29 orang, Diploma II 1.320 orang, Diploma III 9.517 orang, serta Program Sarjana Terapan sebanyak 7.474 orang.

Sementara itu, peserta wisuda Gelombang IV Tahun 2025 berjumlah 50 orang, yang terdiri dari 8 lulusan Program Diploma III dan 42 lulusan Program Sarjana Terapan. Dengan demikian, total lulusan Polimdo hingga saat ini mencapai 18.678 orang.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, dalam sambutannya menjelaskan bahwa wisuda kali ini merupakan wisuda Gelombang IV Tahun 2025.
“Pada prinsipnya, Polimdo hanya melaksanakan wisuda tiga kali dalam setahun. Namun, mengingat masih cukup banyak mahasiswa yang belum menyelesaikan persoalan akademik—yang sebenarnya masih bisa dibicarakan—jika harus menunggu hingga tahun depan, mereka akan kehilangan waktu hampir satu tahun,” ujar Direktur Maryke.
Oleh karena itu, lanjutnya, Polimdo kembali membuka pelaksanaan wisuda di akhir tahun agar para lulusan dapat segera mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan, melanjutkan studi, atau bahkan membuka usaha sebagai seorang entrepreneur.
“Menunggu terlalu lama untuk diwisuda terkadang membuat seseorang kehilangan kendali dan fokus. Padahal, mereka harus segera menyelesaikan tanggung jawabnya. Di antara adik-adik wisudawan, masih ada beberapa yang belum menyelesaikan studinya sehingga harus menunggu wisuda tahun depan,” jelasnya.
Direktur Maryke juga menyinggung pandangan umum masyarakat mengenai kecerdasan. Menurutnya, selama ini kemampuan intelektual seringkali hanya diukur dari kepandaian dalam matematika, fisika, dan kimia.
“Banyak orang menganggap seseorang pintar jika hebat dalam tiga bidang tersebut. Padahal, sebenarnya ada tujuh jenis kecerdasan yang dibutuhkan pada abad ini dan sering tidak kita sadari,” ungkapnya.
Ia mencontohkan pentingnya kesadaran diri sebagai salah satu bentuk kecerdasan. “Seseorang harus menyadari dirinya, kompetensinya, serta kemampuan yang dimilikinya. Banyak mahasiswa dan alumni belum menyadari bahwa kecerdasan dan kompetensi ini sangat dibutuhkan,” pungkasnya.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan momen haru ketika para orang tua diminta berdiri menghadap anak-anak mereka yang telah diwisuda. Para wisudawan kemudian diarahkan untuk berlutut di hadapan orang tua masing-masing guna memohon maaf atas segala kesalahan selama menempuh perjalanan perkuliahan yang mungkin telah melukai hati orang tua.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Maryke juga meminta setiap orang tua untuk senantiasa mendoakan anak-anaknya serta menghindari ucapan-ucapan yang dapat melukai perasaan. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post