• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Sastra

NARASI DAN PUISI UNTUK IBADAH NATAL

by Iverdixon Tinungki
7 Desember 2025
in Sastra
0
Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

0
SHARES
91
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

NARASI DAN PUISI UNTUK IBADAH NATAL

Oleh: Iverdixon Tinungki

1.Pembuka

hari ini kita masih menyalakan beriburibu lilin Natal
merayakan kelahiran Kristus Juru Selamat
sambil membayangkan
di jalanan, di simpang-simpang sempit
di rumah-rumah gubuk berhimpit
hidup beriburibu kaum terjepit

di bentaran kali barangkali seorang rasul menggigil mendekap injil
memandang hidup kini yang kian dekil
orang-orang menangis saat harapan remuk di bayangan air

dengan cara apa kamu percaya
bila begitu mudah melupakan makna dari
seluruh isi kata-kata ditulis Injil,
disabdakan Kristus sejak bait Betlehem
hingga erangan suci Golgota

bukankah Ia datang mengetuk diri kita
saat kehilangan kata-kata untuk lahir dan hidup bersama

di antara dinding dinah dan sebuah kandang hina
tempat kaum gembala menyalakan unggun
merayakan malam luruh dalam semua kesakitan
mari kita hidupkan kembali kasih sayang
hingga Natal menemukan maknanya yang sebenarnya

2.Pengakuan dosa

Kami yang membiarkan mata
Menjadi sayap-sayap hilaf
yang membiarkan mulut
Menjadi pedang-pedang api
Yang membiarkan hati
Menjadi semak-semak duri
Tuhan ampunilah kami

Ampunilah kami
yang hidup dalam semangat menyakiti
yang alpa dan luput mengasihi
yang lalai dan tak peduli dengan yang pedih
Tuhan ampunilah kami

Jangan biarkan kami kering bagai tugu garam
Bagai fajar dan malam tanpa gembira
Bagai tanah dibelah tandus yang hampa
Kasihilah kami

Berilah kami kemenangan
Di atas bulir-bulir Firman
Yang menyegarkan tirus
Yang mengusap air mata
Yang menenangkan lolong
Yang menepis kehilangan

Karena hanya dalam KasihMu Tuhan
Hidup kami tak retak oleh waktu dan cuaca

3. Puisi Refleksi Natal

ANTARA BETLEHEM DAN HATI KITA

Karya: Iverdixon Tinungki

Bila yang kau petik di pucuk natal hanya kisah
Apa yang kau sarungkan di hatimu
Untuk suatu ketika kau acung sebagai pedang

Ketika duka atau musuh menghadang nafasmu
Pada rembang malam, pagi, jelang petang
Bukankah natal sebuah ladang

Tak saja burungburung membutuhkan gabah
Manusia pun hidup dari bijibiji putih maknanya

Antara Betlehem hingga hati kita
Jaraknya hanya seberapa mau kita menerima Dia
Tak lagi seperti bocah mungil yang lahir dari sang perawan
Tapi kekasih yang berbagi penghiburan di lengang dan air mata kita

Dan bila ajal tiba dikirimnya kereta kencana
Menjemput kita ke rumahNya dimana nestapa tak ada

Ia mencintai kita seperti bumi tak bertanya
Seberapa besar jahatnya kita padanya

Ketika kau berseru; aku cinta Yesus
Sebuah telaga tenang dibangunNya di hatimu
Di sana kau mandi, basah, dan berayun di atas riakNya
bersamaNya
laiknya bocah dalam gendongan ibu
tak pernah berkata benci meski ia lelah

“Yesus ini hatiku”
Katakan itu dengan suka dari dasar hatimu
Sebuah pelangi akan menyusur gelap malam
Hingga tiba di sebuah hari dimana matahari dan hujan
Akan menggambar sebuah tanda padamu;
Di tengah api pun cintaNya tak pernah pudar untukmu

Selamat Natal semua!

4.Puisi Penutup

MESIAS

Karya: Iverdixon Tinungki

ia tak menghunus kapak menebang kaki langit
mengambangkan bulan, menenggelamkan tangisan

ia tak memandang pohon
lalu mengatakan hiduplah seperti pucuk meninggi
mencinderai kabut yang membebat langit biru

tapi diperahnya anggur dari carangcarang kepedihan
ke dalam bulibuli penggenapan
kerena sedanau air tak menenggelamkan dahaga
mencekat kodrat manusia sebagai serigala

ke dalam zaman limbung
ia mendayung dengan serombongan nelayan
menjaring semua hati karam

dari roti dimintanya pada petani
dipecahpecahkannya tubuhnya sendiri
buat hati patah di tungkaitungkai dini hari yang latah

Namun lihatlah, tanahtanah lantak oleh peperangan
burungburung gagak berpesta di atas bangkai anak-anak

serombongan filsuf tiba dengan pedati
menampung seluruh peribahasa
ditumpahkannya di semua jalan lintasan sejarah
namun mencair seumpama lendir
pada muntahan kata-kata anyir dan bedil

pada semua kitab hancur itu
puingpuing kesedihan ini tumbuh kembali

Tapi Allah tak pernah berhenti mengasihi kita
Maka dikaruniakanNya AnakNya yang tunggal
Agar setiap orang yang percaya padaNya tidak binasa
Melainkan beroleh hidup yang kekal

Barta1.Com
ADVERTISEMENT
Iverdixon Tinungki

Iverdixon Tinungki

Jurnalis dan sastrawan. Pendiri dan Editor senior di Barta1.com

Next Post
Pengoperasian kembali Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) dan Saluran Kabel Tanah Tegangan Tinggi. (Foto: Humas PLN)

PLN Hidupkan Kembali Jaringan Kabel Laut Sumatera-Bangka Sirkit II, Daya Mampu Listrik Bangka Belitung Melonjak 66%

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Ajang Talenta SMP 2026, Ruang Pembinaan Prestasi dan Karakter Siswa Sangihe 30 April 2026
  • RSUD Liun Kendage Akui Kekosongan Obat, Sebut Dampak Transisi Pengadaan 29 April 2026
  • RSUD Liun Kendage Gandeng Dekopinda untuk Menata Usaha di Lingkungan Rumah Sakit 29 April 2026
  • Menyiapkan Generasi Vokasi di Era Digital: Kuliah Umum Polimdo Angkat Isu Digital Marketing dan Keuangan Praktis 29 April 2026
  • RDP DPRD Sulut: Pokir Lenyap, Bantuan Rumah Ibadah Tak Ada di Tomohon 29 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In