Minut, Barta1.com – Program Studi (Prodi) Manajemen Bisnis (MB), Jurusan Administrasi Bisnis (AB), Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat di Desa Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), pada hari Kamis, 24 Juli 2025.

Kegiatan ini dipusatkan di Desa Wori, Kecamatan Wori , yang dikenal memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan UMKM.

Namun, menurut Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Vincentius Pantow, S.S., M.Hum, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Penyebab utamanya adalah rendahnya literasi digital, serta keterbatasan dalam hal pemasaran produk dan destinasi secara online.

“Khusus di bidang pariwisata, Desa Wori masih tergolong baru. Destinasi wisatanya baru diresmikan pada September 2024 dan dibuka untuk umum pada Maret 2025. Sementara sektor UMKM sudah lebih dulu aktif dan berkembang,” jelas Vincentius.
Dalam kegiatan tersebut, Vincentius didampingi oleh anggota tim lainnya, yakni Friska Jutresiana Papia, S.E., M.M, Floren Agnesia Sinaga, S.S., M.Pd, dan Meidy Wollah, S.Pd., M.Pd.
Sebagai dosen pengajar di Jurusan AB Polimdo, Vincentius menekankan bahwa kegiatan ini penting dilakukan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan ekonomi kreatif berbasis teknologi digital.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di Desa Wori dalam memanfaatkan media digital, seperti media sosial, marketplace, dan aplikasi Android promosi wisata, sebagai sarana promosi dan pemasaran,” ujarnya.
Kegiatan ini juga bertujuan memfasilitasi munculnya pelaku usaha baru yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Adapun metode pelaksanaannya meliputi: sosialisasi dan pelatihan langsung, pendampingan intensif oleh tim pelaksana untuk membantu implementasi materi di lapangan, evaluasi melalui diskusi kelompok yang fokus pada strategi lanjutan dan perbaikan berkelanjutan.
Target lain dari kegiatan ini antara lain, peningkatan kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan teknologi digital, tersedianya konten promosi digital siap unggah, terbentuknya kelompok usaha kreatif berbasis digital, tersusunnya modul pelatihan dalam bentuk e-book sebagai upaya keberlanjutan program, dan hasil yang diseminarkan dalam seminar Polimdo serta penyusunan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Dengan demikian, masyarakat Desa Wori diharapkan dapat lebih mandiri dan inovatif dalam mengelola potensi pariwisata dan UMKM di era digital,” pungkas Vincentius. (*)
Editor: Meikel Pontolondo


Discussion about this post