Manado, Barta1.com — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Royke Anter, memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang menggelar aksi damai terkait sengketa lahan di Sario. Aksi ini berlangsung tertib di depan Gedung DPRD Sulut pada Kamis (31/07/2025).
“Kesadaran Bapak-Ibu dalam menyampaikan aspirasi secara teratur sangat kami hargai. Kalau dilakukan secara anarkis, tidak akan ada manfaatnya. Tapi kalau tertib, justru mempercepat realisasinya,” ungkap Anter.
Anter menegaskan bahwa pihaknya telah mencatat semua aspirasi yang disampaikan warga. Ia menyatakan, sudah menjadi tanggung jawab DPRD untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat sebagai wakil rakyat.
“Kami akan menindaklanjuti semua tuntutan dan harapan Bapak-Ibu. Dalam waktu dekat, kami akan memanggil hearing dengan pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) dan PN Manado (Pengadilan Negeri Manado),” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa tuntutan masyarakat merupakan utang moral bagi DPRD Provinsi Sulut, yang wajib segera diproses dan ditindaklanjuti.
“Mudah-mudahan hasil hearing nanti tidak mengecewakan Bapak-Ibu sekalian,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan aksi, Septi Saroinsong, menyampaikan bahwa kehadiran massa di DPRD Sulut bertujuan menindaklanjuti pernyataan lisan dari Ketua dan Humas BPN yang menyebut eksekusi lahan dibatalkan.
“Pernyataan itu hanya disampaikan secara lisan. Kami belum puas. Maka dari itu, kami mendorong DPRD Sulut untuk mengadakan hearing agar pernyataan tersebut bisa dituangkan dalam bentuk tertulis dan disertai rekomendasi yang sah,” ujar Septi. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post