• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Jumat, September 11, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Musik Tiup Bambu Sangihe Disepakati Jadi Musike Kalaeng

by Agustinus Hari
5 April 2019
in Daerah
0
Musik Tiup Bambu Sangihe Disepakati Jadi Musike Kalaeng

Sarasehan musik bambu di Aula Dinas Kebudayaan Pariwisata, Kamis (4/4/2019). (foto: rendy/barta1)

43
SHARES
157
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sangihe, Barta1.com – Sarasehan dalam rangka memetakan masa depan musik bambu Sangihe, berlangsung di Aula Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis (4/4/2019). Sarasehan ini menghasilkan kesepakatan antara lain mematenkan nama musik bambu menjadi musike kalaeng.

Dalam sarasehan itu, empat orang budayawan serta pelaku seni Musik diberikan kesempatan memaparkan sejarah perkembangan musik bambu (musike kalaeng), yaitu Jupiter Makasangkil, Alfian Walukouw, Josephus Kakondo dan Aldus Horohiung, hingga kemudian didiskusikan bersama dengan para undangan yang hadir.

Puluhan pelaku seni budaya menyepakatinya karena dirasa musik tersebut telah lama mewarnai perjalanan sejarah kebudayaan Sangihe, sehingga dirasa perlu untuk mematenkannya sebagai aset kebudayaan Sangihe dengan nama musike kalaeng.

“Untuk mencapai itu, tentu ada misi tujuan. Sasarannya itu perlu dikemas dari semua stakeholder yang ada di daerah. Jadi stakeholdernya selain dari pelaku-pelaku musik adalah pemerintah daerah. Sehingga seni budaya daerah tadi yang sudah disinggung, jadi tuan rumah daerah sendiri. Setelah tuan rumah di daerah sendiri, dia menjadi bagian dari budaya nasional,” kata Josephus Kakondo.

Lanjut dia, kalau ada pengakuan nasional antara lain melalui sejarah, sehingga pertama, pengakuan nasionanya normatifnya adalah hak paten. Pendaftaran sebagai hak paten. Sehingga gerakannya kedepannya sudah bukan lagi gerakannya pekerja seni, tetapi gerakan negara, gerakan nasional untuk Go-Internasional.

“Pelan pelan mulai berharap hal seperti ini, sistematis konsisten berkelanjutan. Kebijakan kebijakan berpihak dengan kepentingan seperti ini,” ujar Kakondo, yang juga merupakan seniman musike kalaeng.

Hal senada juga disampaikan budayawan, Jupiter Makasangkil MTh, harapannya melalui Sarasehan tersebut dirinya berharap musike kalaeng tidak hanya menjadi milik orang sangihe, tapi bisa menjadi milik Sulawesi Utara, milik Nasional sebab bagaimanapun menurutnya seni budaya daerah juga aset seni budaya nasional.

“Kalau bicara hasil sarasehan ini kiranya tidak sekadar sebagai pemenuhan suatu kegiatan dalam APBD tapi betul betul harus ada tindak lanjut yang sungguh-sungguh dalam bentuk berbagai program dan kegiatan pemerintah daerah untuk menyiapan event dimana semua pelaku seni Musike Kalaeng dan juga, grupnya ini bisa tertumbuh,” kata Makasangkil.

Tak hanya itu, Makasangkil juga mengimbau agar pemerintah sudah seharusnya memperhatikan seniman-seniman daerah, misalnya menurut dia seperti hamba-hamba Tuhan yang diberikan santunan.

“Tidak hanya menyiapkan event, tetapi pelaku seni Musike Kalaeng diberlakukan sama seperti hamba Tuhan yang tiap tiga bulan dapat bantuan dana dari Pemerintah,” ujar dia.

Terkait dengan nama musike kalaeng. Menurut Makasangkil itu tertulis dalam buku kerja tahun 1961 almarhum Denti Makasangkil yang tak lain adalah ornag tuanya sendiri. Dituturkannya, dalam buku tersebut tercatat pada waktu itu mereka ada pertemuan tua-tua masyarakat Sangihe-Talaud untuk membicarakan sumbangan pikiran seni budaya di Sangihe, di zaman Bupati Hari Sutoyo. Tertulis mereka membicarakan masa depan Musike Kalaeng.

“Mereka berfikir, kalau musike kalaeng tidak diambil perhatian oleh pemerintah dengan menyiapkan event mereka boleh bertemu mengaktualisasikan diri sebagai kelompok musik bambu yang ada di Sangihe, maka kedepan akan hilang,” ungkapnya.

“Gagasan yang ada dalam pertemuan itu mereka sampaikan kepada Bupati Hari Sutoyo bagaimana musike kalaeng ini ditampilkan mengawali pembukaan Porda tahun 1963, dan ada lombanya Hingga dari situ musik kalaeng bertumbuh di tiap kampung dan kecamatan,” jelas Makasangkil.

Peliput : Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: jupiter makasangkilmusik bambumusike kalaengsangihe
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Kisah Kedai Kopi Jarod Manado Disinggahi Jokowi Dukung Prabowo

Kisah Kedai Kopi Jarod Manado Disinggahi Jokowi Dukung Prabowo

Discussion about this post

Berita Terkini

  • PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan 10 September 2026
  • Semangat Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Kotamobagu Perkuat Sinergi dan Keandalan Listrik Bersama Stakeholder di Boltim 10 September 2026
  • Momen Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN ULP Manado Utara Mendengar, Apresiasi dan Tumbuh Bersama 10 September 2026
  • KY Penghubung Sulut Sambangi Rektorat UKIT, Siapkan Edukasi Publik Integritas Hakim 10 September 2026
  • Dinas Koperasi dan UKM Sulut Beri Perhatian Khusus bagi Penyandang Disabilitas, Dorong UMKM Naik Kelas 10 September 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In