Manado, Barta1.com – Setiap perguruan tinggi tidak lepas dari kerumunan orang. Seratus bahkan ribuan orang melakukan aktivitas belajar-mengajar, serta melakukan kegiatan ekstrakurikuler.
Bahkan gedung-gedung bertingkat dan berjejer menjadi tempat ribuan orang beraktivitas. Namun tidak disadari gedung-gedung tersebut menjadi ancaman, ketika terjadinya bencana alam secara tiba-tiba, seperti gempa bumi.
Personil BPBD Provinsi Sulut, Danny S. Repi, S.IK, mengatakan bencana banjir bisa diketahui kejadiannya, karena prosesnya perlahan-lahan, dan setiap orang masih bisa menyelamatkan berang-barangnya. Sedangkan gempa bumi, setiap orang tidak tau kapan datangnya. Ia datang secara tiba-tiba.
“Ketika terjadinya gempa, kemudian posisi kita di lantai 8. Apa yang harus adik-adik lakukan. Maka dari itu sangat penting pengetahuan tentang pra-bencana, berikutnya bagaimana mengurangi resiko bencana sebelum terjadi bencana,” ungkap Danny saat membawakan materi tentang kebencanaan kepada mahasiswa, staf, bahakan pendidik Politeknik Negeri Manado, bertempat di Auditorium Prof Ruddy Tenda, Jumat (22/09/2023).
Danny menambahkan, setiap orang yang mengunjungi Mall dan Mantos, apalagi menaiki lantai 7 hingga 8, seharusnya mengetahui dahulu jalur evakuasi. Ketika terjadi gempa, sudah tau arahnya mau kemana.
“Jangan pernah panik ketika terjadi gempa. Jika ada meja, segeralah berlindung dibawahnya. Ketika tidak ada meja, selamatkan tubuh yang rentan seperti kepala menggunakan tangan sambil menunduk,” jelasnya.
Menurut Danny, setiap orang yang selalu mempelajari mitigasi bencana, ketika terjadi bencana ia tau apa yang akan dilakukannya. Dan seharusnya itu, dilakukan oleh civitas Politeknik Negeri Manado, mengingat di sini ada gedung 4 sampai 7 lantai.
Mahasiswa Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado, Meri Wowor, menjelaskan pengetahuan yang ia dapatkan sangatlah berguna, guna mengatasi resiko bencana nantinya. “Saya berharap kegiatan ini berkelanjutan. Apalagi berkaitan, dengan titik-titik aman di Politeknik Negeri Manado ini,” jelasnya.
Mitigasi Bencana
Direktur Politeknik Negeri Manado, Dra Mareyke Alelo MBA, melalui wakil direktur bidang akademik, Dr Tineke Saroinsong SST MEng, mengungkapan pentingnya pengetahuan kebencanaan bagi civitas Politeknik Negeri Manado, khususnya kepada mahasiswa itu sendiri. Apalagi proses pembelajaran di Gedung Terpadu, ada yang di lantai 4, 5 dan 6.
“Di Politeknik Negeri Manado masih kekurangan jalur evakuasi. Saya sudah sampaikan kekurangan ini kepada Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Kepegawaian, Susy Marentek SE.,MSA. Meskipun ada sosialisasi, jalur evakuasi sangatlah penting diadakan,” ucap Tineke sambil tersenyum.
Ketika adanya jalur evakuasi, kata Tineke, mahasiswa bahkan pendidik akan tau kemana mereka berlindung ketika terjadi bencana, dan apa yang harus dilakukan. Apalagi gempa ini, bersinggungan dengan aktivitas sehari-hari.
“Berkaitan dengan titik kumpul yang aman harus diketahui dan dibuat di Politeknik Negeri Manado. Semoga kegiatan ini akan berkelanjutan, sesuai dengan masukan yang saya sampaikan kepada ibu Susy Marentek, dan akan mengkomunikasikan ini juga bersama ibu Direktur Mareyke Alelo,” terangnya.
Lanjut Tineke, BPBD memiliki program Desa tanggap bencana, bahkan sampai ketingkat keluarga. Politeknik Negeri Manado juga harus bisa, kerana di sini ada Mapala dan KSR untuk tanggap bencana.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post