Tahuna, Barta1.com – Peran PT PLN (Persero) rupanya tak sekadar menjaga nyala lampu di rumah-rumah warga. Mengambil langkah out of the box, PLN UP3 Tahuna berinisiatif menyulap tumpukan sampah organik menjadi ‘energi’ baru bagi kelestarian lingkungan hidup melalui gelaran Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik.
Langkah progresif ini menjadi sangat relevan dan mendesak jika melihat potret timbulan limbah saat ini. Merujuk pada data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), komposisi sampah sisa makanan atau organik di Indonesia rata-rata mendominasi hingga lebih dari 45 persen dari total timbulan sampah.
Di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe sendiri, volume sampah harian tercatat mencapai kisaran 70 ton, yang sebagian besarnya berpotensi menjadi sumber gas metana dan membebani Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) jika tidak dikelola sejak dari sumbernya.
Menyadari urgensi tersebut, PLN UP3 Tahuna melibatkan seluruh elemen kerjanya—mulai dari jajaran pegawai, Tenaga Alih Daya (TAD), hingga petugas keamanan (security)—untuk ambil bagian dalam aksi hijau ini. Inisiatif kolaboratif ini bermuara pada penguatan budaya kerja berprinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang tengah dicanangkan secara masif oleh perseroan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, memberikan apresiasi tinggi terhadap gebrakan yang dimulai dari unit terdepan ini. Menurutnya, penerapan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan tidak butuh panggung besar, melainkan harus dibiasakan dari tindakan-tindakan kecil di area kerja dan rumah tangga.
“Komitmen PLN dalam mendukung transisi energi dan keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik hijau, tetapi juga lewat budaya insan PLN yang sadar lingkungan. Inisiatif pengolahan sampah organik di Tahuna ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pencapaian Net Zero Emissions. Saya berharap semangat menjaga kelestarian bumi ini dapat terus digelorakan dan dijadikan standar perilaku sehari-hari oleh seluruh pegawai,” tutur Usman.
Visi keberlanjutan tersebut diamini secara penuh oleh Manager PT PLN (Persero) UP3 Tahuna, Eko Yuwono. Ia memandang integritas sebuah perusahaan penyedia energi di era modern turut ditakar dari seberapa peduli mereka terhadap jejak ekologis yang ditinggalkan dari setiap aktivitas bisnisnya.
“Keandalan listrik tidak hanya diukur dari kualitas pelayanan kepada pelanggan, tetapi juga dari bagaimana PLN mampu menjalankan operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan budaya peduli lingkungan agar dimulai dari langkah sederhana, seperti memilah dan mengolah sampah organik secara benar. Kami berharap edukasi ini diterapkan secara konsisten sehingga berdampak positif bagi masyarakat maupun perusahaan,” ujar Eko.
Demi memastikan program ini berjalan efektif dan bukan sekadar wacana, PLN menggandeng dua pakar andal sebagai narasumber yang memberikan materi komprehensif. Mereka adalah Anderson Sandil, SST selaku Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementan RI (BPPSDMP Co-Working Kab. Kepulauan Sangihe) dan Celline Army Sandil, seorang Trainer Eco Enzyme Nusantara, yang turun langsung membedah teknik pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos hingga cairan multifungsi eco enzyme.
Anderson Sandil dalam sesinya menekankan pola pikir linier berupa take-make-dispose (ambil-pakai-buang) harus segera ditinggalkan masyarakat.
“Sebagian besar sampah rumah tangga adalah sampah organik yang bernilai guna tinggi jika diolah menjadi kompos atau eco enzyme. Apabila pemilahan dilakukan secara konsisten dari lingkungan kerja dan rumah tangga, kita tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga menciptakan produk pendukung pertanian yang ramah lingkungan. Kesadaran kolektif inilah yang terus kita bangun bersama PLN,” jelas Anderson.
Pada akhirnya, aksi nyata yang diorkestrasi oleh PLN UP3 Tahuna ini membuktikan operasional kelistrikan dan pelestarian bumi adalah dua sisi keping koin yang bisa berjalan beriringan.
Melalui integrasi edukasi keberlanjutan yang konsisten, PLN berharap dapat menekan volume limbah domestik, menyumbang nilai tambah ekonomi sirkular bagi masyarakat sekitar dan mewariskan pijakan bumi yang lebih bersih untuk masa depan. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post