Manado, Barta1 .com — Tim Pengabdian Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali melakukan upaya inovatif dalam memanfaatkan limbah organik menjadi bahan bakar ramah lingkungan berupa briket arang.

Briket tersebut dibuat dari limbah daun dan kayu yang berlimpah di lingkungan kampus Polimdo. Selain menjadi salah satu solusi untuk mengurangi timbunan sampah organik, briket ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memanggang berbagai jenis makanan, seperti sate, jagung, sosis, hingga barbeque.
Dalam kegiatan pengabdian ini, Tim Pengabdi melakukan berbagai tahapan, mulai dari merancang racikan dan komposisi bahan hingga pembuatan alat pencetak briket. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga bulan, dengan sosialisasi kepada mahasiswa dan pihak kampus pada September 2026.
Kegiatan ini melibatkan lingkungan Kampus Politeknik Negeri Manado serta kelompok mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam proses pembuatan briket arang.
Ketua Tim Pengabdi yang juga Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, mengungkapkan bahwa pelatihan pemanfaatan limbah organik, khususnya daun, tidak berhenti pada proses produksi semata. Ke depan, kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan pembentukan kelompok-kelompok kewirausahaan mahasiswa yang akan memproduksi sekaligus memasarkan briket arang.
“Dengan demikian, kegiatan ini sangat berguna bagi lingkungan kampus hijau dan juga membantu mahasiswa memperoleh penghasilan tambahan,” ungkap Maryke.
Dalam pelatihan tersebut, Tim Pengabdi juga melibatkan sejumlah trainer yang mendampingi kelompok mahasiswa. Mereka yakni Ir. Alfrets Wauran, ST., M.Kom dan Franky Manoppo, ST., M.Kom.
Para mahasiswa mendapatkan pelatihan secara langsung, mulai dari proses pengumpulan dan pemilahan jenis daun, pembuatan cetakan, penyiapan alat-alat sederhana, pencampuran bahan, proses pencetakan, hingga tahap pengeringan briket.
Melalui kegiatan ini, limbah organik yang sebelumnya dianggap sebagai sampah diharapkan dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post