Gorontalo, Barta1.com—Gelombang laut Selat Dudepo yang bergelora tak lagi menjadi penghalang datangnya harapan baru bagi warga pesisir utara Gorontalo. Senja pada Senin (03/08/2026) menjadi saksi momen bersejarah ketika pijar lampu listrik untuk pertama kalinya menyinari rumah-rumah warga di Pulau Dudepo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara.
Suasana haru dan sorak gembira membuncah, menandai berakhirnya ketergantungan panjang masyarakat setempat pada nyala lilin, lampu tempel, maupun generator bermesin bensin yang terbatas.
Penyalaan listrik secara resmi dikonfirmasi PT PLN (Persero) Rabu (05/08/2026) sebagai langkah monumental mengukuhkan kedaulatan energi nasional. Dengan menyalanya arus listrik di pulau terluar tersebut, Rasio Desa Berlistrik (RDB) di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo kini genap mencapai 100 persen. Seluruh desa di pelosok daratan hingga kepulauan terpencil Gorontalo kini telah terkoneksi sepenuhnya dengan jaringan listrik andal PLN.
Keberhasilan elektrifikasi Pulau Dudepo bukanlah perkara mudah, melainkan wujud terobosan teknologi mutakhir di sektor infrastruktur kelistrikan. PLN mengoperasikan Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV sepanjang 1,95 kilometer sirkuit (kms) yang membentang menembus kedalaman selat.
Proyek ini menghubungkan sistem kelistrikan daratan utama di Desa Ilangata menuju Pulau Dudepo, sekaligus mencatatkan rekor sebagai pembangunan kabel laut 20 kV pertama yang pernah direalisasikan di Pulau Sulawesi.
Guna menjamin pasokan energi melayani warga secara optimal, PLN melengkapi proyek ini dengan infrastruktur pendukung yang masif. Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dibangun sepanjang 39,68 kms, disokong Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 9,958 kms, serta 7 unit gardu distribusi berkapasitas total 400 kVA.
Total infrastruktur ini siap mengaliri listrik untuk 395 kepala keluarga (KK) atau setara 1.285 jiwa yang tersebar di enam dusun, yakni Dusun Makassar, Upo, Tapia, Baturata, Pasir Putih, dan Botongo.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan pencapaian ini merupakan cerminan nyata hadirnya negara hingga ke garis terdepan kepulauan Nusantara.
“Hari ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Provinsi Gorontalo. Dengan dinyalakannya listrik di Pulau Dudepo, kami bangga dapat mengumumkan bahwa Rasio Desa Berlistrik di Provinsi Gorontalo telah mencapai 100 persen. Ini bukan sekadar menghadirkan cahaya, melainkan komitmen PLN dalam menjamin keadilan sosial dan keadilan energi bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Usman.
Penguatan jaringan listrik di wilayah pesisir Gorontalo Utara—kabupaten dengan garis pantai terpanjang di Gorontalo melampaui 300 kilometer—memiliki arti strategis bagi perekonomian daerah.
Sektor perikanan tangkap yang menjadi tulang punggung penghidupan mayoritas warga Dudepo kini memiliki akses energi stabil untuk modernisasi rantai dingin (cold chain) dan penyimpanan hasil laut. Kehadiran listrik 24 jam diyakini mampu meningkatkan nilai tambah komoditas tangkapan nelayan yang selama ini rentan rusak akibat ketiadaan fasilitas pendingin.
Usman menceritakan, teknis pemasangan kabel laut menembus perairan lepas menuntut ketelitian matematis serta keberanian ekstra dari para personel teknis di lapangan.
“SKLTM menuju Pulau Dudepo ini merupakan pembangunan kabel laut 20 kV pertama di Pulau Sulawesi. Proses eksekusinya memerlukan presisi tinggi, perencanaan matang, dan perjuangan ekstra melintasi arus serta gelombang laut. Kendala geografis dan tantangan cuaca ekstrem tidak menyurutkan tekad para insan PLN demi menghadirkan senyum warga Dudepo yang kini bisa menikmati listrik 24 jam penuh,” paparnya.
Pengoperasian listrik tanpa henti ini diproyeksikan memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang luas, tidak hanya pada aktivitas ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Layanan publik seperti Puskesmas pembantu, fasilitas pendidikan sekolah dasar, hingga konektivitas digital warga pedesaan kini dapat beroperasi secara penuh. Anak-anak di Pulau Dudepo tidak lagi harus belajar di bawah remang lampu minyak saat malam hari tiba.
Apresiasi tinggi mengalir dari Pemerintah Provinsi Gorontalo atas kerja keras dan dedikasi pantang menyerah yang ditunjukkan skuad PLN. Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo, Dra. Hj. Idah Syahidah Rusli Habibie, M.H., menyebut capaian ini sebagai prestasi yang mengharukan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PLN. Perjuangan mengangkut tiang-tiang listrik yang besar dan kabel laut melintasi lautan adalah kerja keras yang sangat luar biasa. Tercapainya 100 persen Rasio Desa Berlistrik ini adalah berkah besar bagi Gorontalo,” ucap Idah.
Di hadapan tokoh masyarakat dan warga Desa Dudepo yang hadir dalam peresmian perdana, Idah menekankan pentingnya sinergi masyarakat dalam menjaga aset vital kelistrikan tersebut. Ia mengimbau agar warga tidak hanya memanfaatkan listrik untuk kegiatan produktif, tetapi juga merawat jaringan yang ada.
“Marilah kita bersama-sama menjaga kelestarian alam dan infrastruktur listrik yang sudah dibangun ini. Gunakan listrik secara aman dan efisien untuk kemajuan desa kita bersama,” pesannya.
Dukungan senada disampaikan Anggota DPR RI Komisi XII, Drs. H. Rusli Habibie, M.AP., yang menilai selesainya elektrifikasi 100 persen ini sebagai kado monumental bagi bangsa. Seiring menyambut Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada bulan Agustus 2026, terang listrik di Pulau Dudepo menjadi simbol kemerdekaan energi yang sejati.
“Penyalaan listrik di Pulau Dudepo yang melengkapi 100 persen RDB Gorontalo ini adalah hadiah istimewa dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia. Tanggal 3 Agustus 2026 akan menjadi catatan sejarah manis bagi warga Dudepo dan Gorontalo pada umumnya, di mana terang listrik kini dapat dirasakan secara merata hingga puluhan tahun ke depan,” kata Rusli.
Tuntasnya penugasan elektrifikasi desa di Provinsi Gorontalo semakin mengokohkan langkah PLN UID Suluttenggo dalam mengawal kedaulatan energi di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.
Ke depan, PLN berkomitmen untuk terus mempertahankan keandalan pasokan energi, memperluas jangkauan pemanfaatan energi hijau (green energy), serta menjadikan listrik sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkeadilan. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post