Manado, Barta1.com – Siang terik yang panas Plt Bupati Siau Tagulangdang Biaro (Sitaro) Heronimus Makainas menyempatkan dirinya melayat ke rumah duka almarhum Pitres Sombowadile, Minggu (20/9/2026). Sekitar pukul 14.40 WITA, Kaka Nanu—sapaan akrab Ketua DPC Gerindra Sitaro ini tiba di rumah almarhum Pitres Sombowadile yang disambut istri terkasih Yasri Badoa.
Sembari melihat dari dekat almarhum yang sudah berada di peti jenazah, Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas berdiskusi dengan istri almarhum perihal riwayat kesehatan dan kondisi terakhir Pitres Sombowadile meninggal pada Jumat (18/9/2026) lalu.
‘’Saya ikut berdukacita dengan meninggalnya Bung Pitres. Kita kehilangan tokoh budayawan dan penulis sejarah Nusa Utara. Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro ikut merasakan duka yang mendalam,’’ ujar Heronimus Makainas.
Ia menyebutkan sangat mengenal dekat dengan sosok Pitres Sombowadile. ‘’Almarhum akan terus dikenang karena jasanya yang luar biasa bagi Sitaro, Sangihe dan Talaud. Saya kira banyak catatan penting yang almarhum tinggalkan dalam generasi sekarang dan masa mendatang,’’ katanya.
Pitres Sombowadile lahir di Manado 28 Mei 1966. Dikenal sebagai seniman, budayawan, wartawan, aktivis LSM dan penulis buku-buku sejarah. Jejak kesusastraannya cukup panjang mulai dari Antologi Sasambo, Mimbar Penyair Abad ke-21 di Taman Ismail Marzuki (1066), antologi tunggal Coelacanth Tak Pernah Mati (2007) hingga gagasan Poros Budaya Magelang-Manado bersama Remy Sylado dan kawan-kawan.
Dalam profesi kewartawanannya Pitres juga sebagai penggerak media alternative seperti Majalah Narwastu, Tabloid Kabar hingga media perbatasan Sasahara. Ia menulis banyak artikel budaya, politik perbatasan, pembangunan, lingkungan, hokum diberbagai media massa Indonesia serta jurnal ilmiah.
Hal penting juga dari Pitres adalah peneliti sejarah yang gigih termasuk menulis buku sejarah Kristen di Siau (1563-2023). Lalu buku Dari Perbatasan Berlayar ke Masa Depan yakni sejarah Kristen di Talaud hingga terbentuknya GERMITA (1859-1997). (*)
Peliput: Agustinus Hari

Discussion about this post