Manado,Barta1.com – Pimpinan Pansus LKPJ Gubernur 2025, Louis Carl ,Barta1.com – Schramm, menyoroti kehadiran Pelaksana Tugas (PLT) di Rumah Sakit Wisatawan, khususnya terkait belum diperkenalkannya sejumlah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah Dinas Kesehatan.
“Ada beberapa UPTD di bawah Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, namun belum diperkenalkan. Di sini ada Rumah Sakit ODSK, Manembo-Nembo, Noongan, Ratumbyusang, serta RS Mata, tetapi tidak ada Rumah Sakit Kitawaya,” ungkap Ketua Fraksi Gerindra Sulut tersebut, salah pembahasan LKPJ Gubernur 2025 di Ruangan Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Selasa (14/04/2026).
Louis menegaskan agar direktur yang baru, terutama di RS Kitawaya, segera diperkenalkan secara resmi kepada publik.
Menanggapi hal itu, PLT Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, Dr. dr. Rima Fien Lolong, M.Kes, menjelaskan bahwa posisi Direktur RS Kitawaya saat ini masih dijabat oleh PLT.
“Direktur RS Kitawaya saat ini masih merangkap tugas dan sedang berada di luar kota karena menjadi bagian dari tim penggerak PKK. Namun, sudah ada perwakilan kepala bidang yang hadir,” jelas Dr. Rima.
Mendengar penjelasan tersebut, Louis menunjukkan ketidakpuasannya. Ia menilai penunjukan PLT yang tidak fokus pada tugas utama berpotensi mengganggu kualitas layanan kesehatan.
“Ibu Kadis, tolong sampaikan kepada Bapak Gubernur, Sekprov, maupun BKD, jika seseorang sibuk dengan kegiatan lain, jangan ditunjuk sebagai PLT untuk rumah sakit yang membutuhkan pelayanan 24 jam,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa persoalan ini akan segera disampaikan langsung kepada Gubernur agar ada perhatian serius terhadap fokus dan konsentrasi dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Saya akan sampaikan langsung kepada Bapak Gubernur hari ini, agar ada penegasan soal fokus pada pelayanan publik,” pungkas Louis.
Diketahui, PLT Direktur Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Kitawaya Manado, Sulut, saat ini dijabat oleh Kethlin C. Mewo, S.Tr.Kes. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post