Bitung, Barta1.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung menghadiri Green Press Community (GPC) 2026, yang berlangsung di Convention Hall Sultan Raja Hotel, Minahasa Utara. Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia ini mengusung tema “Jurnalisme Melindungi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.” Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan karakter Sulawesi Utara sebagai wilayah kepulauan yang didominasi kawasan pesisir, secara khusus Kota Bitung.
Kota Bitung sendiri merupakan gerbang maritim strategis di Sulawesi Utara yang memiliki peran vital dalam industri perikanan sekaligus konservasi keanekaragaman hayati melalui Selat Lembeh. Namun, tantangan global seperti ancaman terhadap keberlanjutan ekosistem laut akibat praktik pembangunan yang tidak ramah lingkungan kian nyata.
Wali Kota Bitung melalui Kepala Dinas Perikanan Sadat Minabari, S.I.K, M.Si, menyampaikan bahwa pemerintah Kota Bitung memberikan apresiasi dan sangat mendukung kegiatan ini karena mampu untuk mengkolaborasikan antara kebijakan pemerintah baik pusat dan daerah, sekaligus fungsi pengawasan maupun kontrol dari pihak lintas media serta praktisi akademisi.
Menurutnya, jika melihat secara nasional untuk Provinsi Sulawesi Utara, di mana dari 15 kabupaten kota yang ada dengan luas 14.511 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 2,7 juta jiwa merupakan suatu tantangan dalam keberlanjutan lingkungannya.
“Dengan tingginya pertumbuhan penduduk dan perkembangan tingkat pembangunan menjadi ancaman bagi keberlangsungan sumber daya alam dan lingkungan itu sendiri,” ujar Sadat.
Lebih lanjut menurutnya fungsi keseimbangan tata kelola lingkungan hidup termasuk wilayah pesisir yang ada perlu dijaga bersama dan dilestarikan.
“Karena konsep utama, setiap kegiatan usaha wajib untuk mengikuti pola tata ruang yang ada sehingga akan seirama dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan, namun apabila keluar dari konsep itu maka inilah sumber masalah lingkungan, sehingga tidak mendapat titik keseimbangan dengan pembangunan dan pelestarian atau keberlanjutan lingkungan hidup itu sendiri,” jelasnya.
Karena itu, Pemerintah Kota Bitung memberikan perhatian serius dalam melestarikan lingkungan pesisir dan laut, terutama di Selat Lembeh, guna mendukung ekosistem, pariwisata, dan industri perikanan berkelanjutan. (Chris)


Discussion about this post