Manado, Barta1.com – Kapten Remly Kandoli, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari Daerah Pemilihan Minahasa Selatan (Minsel) dan Minahasa Tenggara (Mitra), menyampaikan keluhannya secara terbuka di hadapan Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay. Ia menegaskan bahwa berbagai aspirasi masyarakat yang telah disampaikan kepada pemerintah daerah hingga kini belum satu pun terealisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Remly saat membacakan laporan hasil reses Daerah Pemilihan Minsel–Mitra pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Selasa (6/12/2025), di Ruang Paripurna DPRD Sulut.
“Selama saya menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulut kurang lebih satu tahun empat bulan, dan sudah empat kali turun reses, sampai hari ini belum ada satu pun aspirasi yang terealisasi, Pak Wagub,” ungkap Remly dengan nada tegas.
Ia melanjutkan, dari reses pertama hingga reses keempat, aspirasi masyarakat yang diterimanya cenderung sama. “Saya sudah merangkum, sekitar 70 sampai 80 persen aspirasi yang disampaikan masyarakat itu berulang dan belum ditindaklanjuti,” ujarnya.
Remly kemudian merinci sejumlah aspirasi utama masyarakat, khususnya terkait infrastruktur jalan. Di antaranya, permohonan perhatian terhadap ruas jalan Ratahan–Amurang yang hingga kini belum dikerjakan. Selain itu, ruas jalan Pontak (Minsel) hingga Lobu, serta ruas jalan kewenangan Provinsi Sulut dari Pasan sampai Tababo juga belum mendapat perhatian.
Tak hanya itu, ruas jalan yang menghubungkan Pangu, Wongkai, dan Atep, yang menghubungkan dua kabupaten, juga berada dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan, terdapat beberapa titik jalan yang mengalami longsor dan kerusakan parah.
“Ini sudah sangat mendesak,” tegasnya.
Selain persoalan jalan, Remly juga menyoroti kondisi tanggul Sungai Palaus yang dinilainya perlu segera dibangun karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan, dengan panjang sekitar dua kilometer.
Ia juga menyampaikan kebutuhan mendesak akan irigasi di wilayah Lahendong 1, 2, dan 3, termasuk pembangunan bendungan yang mampu mengairi lebih dari seribu hektare sawah yang saat ini mengalami kekurangan air.
“Mudah-mudahan semua ini bisa direalisasikan,” harapnya.
Meneduhkan hati melalui doa.
Dalam penyampaiannya, Remly turut mengingatkan melalui pendekatan spiritual dengan mengutip pepatah Santo Benediktus, Ora et Labora (Bekerja dan Berdoa).
“Setelah saya bekerja, saya juga akan mendoakan,” katanya.
Ia bahkan menyampaikan bahwa dalam doanya nanti malam, ia akan mendoakan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut agar diberikan hikmat, kesehatan, serta kemampuan, sehingga hati mereka tergerak untuk merealisasikan seluruh aspirasi masyarakat.
Di hadapan Ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiskus Andi Silangen, Remly juga menyampaikan niatnya untuk berkunjung dan meminta dukungan doa agar aspirasi yang telah disampaikan dapat benar-benar diperhatikan.
Pandangan Pemerintah Provinsi Sulut terkait laporan AKD dan Reses, yang diwakili oleh Wakil Gubernur Viktor Mailangkay
Sementara itu, Gubernur Sulut Yulius Selvanus melalui Wakil Gubernur Victor Mailangkay, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Sulut atas dedikasi dan kerja keras dalam mengawal aspirasi rakyat.
“Saudara-saudara merupakan pilar utama dalam keberhasilan pembangunan daerah yang kita cintai,” ujarnya.
Masih dalam suasana sukacita, Wagub juga menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada umat Kristiani serta Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat Sulut.
“Kiranya pembaruan di tahun yang baru ini senantiasa menyertai langkah kita semua,” tuturnya.
Ia berharap, di tahun 2026 Tuhan senantiasa memberkati setiap ikhtiar untuk membawa Sulut ke arah yang lebih gemilang.
Mencermati agenda Paripurna hari ini, Pemerintah Provinsi Sulut, lanjutnya, menaruh harapan besar sekaligus rasa bangga atas kinerja DPRD Provinsi Sulut selama ini.
Menurutnya, DPRD menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan bukan sekadar sebagai tugas rutin, melainkan sebagai instrumen akselerasi untuk mewujudkan visi bersama: Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Terkait laporan kinerja alat kelengkapan dewan dan laporan reses yang disampaikan hari ini, itu bukan sekadar tumpukan dokumen administrasi. Di dalamnya terdapat denyut nadi dan harapan rakyat,” tambahnya.
Aspirasi yang dijemput langsung dari konstituen di lapangan, menurutnya, merupakan bahan utama dalam merumuskan kebijakan publik yang tepat sasaran. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post