Manado, Barta1.com – Antonius Mangolo, orang tua mahasiswi semester VII Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (UNIMA) Evie Maria Mangolo meminta polisi mengusut tuntas dan mencari pelaku utama yang membuat anaknya tewas. Korban yang rencananya harus dibawa ke Siau pada Rabu (31/12/2025) lalu karena karena kepentingan diotopsi yang ditenggarai bukan tewas bunuh diri tapi ada yang membunuh.
Sehingga pria berprofesi buruh bagasi ini mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kematian putrinya yang ditemukan tewas pada Selasa (30/12/2025) di kosnya di Kelurahan Matani Satu, Tomohon, Sulawesi Utara. ”Saya minta polisi mengusut tuntas anak saya,” ujar Antonius sesaat sebelum menaiki kapal, Jumat (2/1/2026).
Penyampaian Antonius itu dibebernya jelang keberangkatan jenazah Evie ke Siau, tepatnya di Luwaha, Kelurahan Tatahadeng, Kecamatan Siau Timur, Sitaro, sore kemarin. Tampak sanak-saudara dan warga Nusa Utara yang bersimpati, termasuk juga mahasiswa dan dosen Unima mengantar almarhumah ke atas KM Barcelona 1.
Sebelum tiba di pelabuhan Manado, rombongan mengikuti ibadah di kerabat korban di Perum CBA Mapanget, Minahasa Utara.
DEMO POLDA SULUT
Sementara itu, warga Nusa Utara di Manado akan melakukan aksi demo damai ke Polda Sulut. Disampaikan tokoh Nusa Utara, Jusak Lesman Walo, bahwa pihaknya siap menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Sulut untuk memperjuangkan keadilan bagi Evia Maria Mangolo, mahasiswi UNIMA yang meninggal dalam keadaan misterius.
“Sebagai bentuk solidaritas kemanusian, kami warga Nusa Utara terpanggil dengan peristiwa yang sangat mendukakan ini. Kami mencurigai ada hal-hal yang perlu ditelusuri secara langsung oleh pihak kepolisian Sulut,” kata Jusak Lesman Walo. Jumat (02/01/2026) .
Masyarakat Nusa Utara menuntut agar kasus kematian Evia diusut tuntas dan diselesaikan sampai ke akar-akarnya. “Kami ingin keadilan bagi Evia dan keluarganya,” tambah putra dari tokoh Sitaro, Zeth Walo.
Rencananya, aksi unjuk rasa ini akan dihadiri oleh masyarakat Nusa Utara dan lembaga swadaya masyarakat lainnya pada Senin (05/01/2026). Mereka meminta Polda Sulut untuk segera mengambil tindakan tegas dalam kasus ini.
Peliput: Agustinus Hari


Discussion about this post