Manado, Barta1.com — Dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Kamis (13/8/2026), anggota Banggar Louis Carl Schramm menyampaikan pesan terakhir Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulut, almarhum Darwin Muksin, sebelum meninggal dunia.
Louis mengungkapkan, almarhum sempat menyampaikan pesan melalui WhatsApp dua hari sebelum kepergiannya. Pesan tersebut berisi aspirasi masyarakat yang kemudian diminta untuk diperjuangkan melalui Banggar DPRD Provinsi Sulut.
“Terima kasih, Ketua dan pimpinan, serta teman-teman Ketua dan anggota TAPD Provinsi Sulut. Sebenarnya apa yang telah disampaikan sudah memenuhi, tetapi ada satu hal yang menjanggal. Sebelum almarhum Kadis Perkebunan meninggal, dua hari sebelumnya beliau menyampaikan pesan melalui WhatsApp,” ungkap Louis.
Menurut Louis, pesan tersebut berisi permintaan masyarakat terkait pengadaan mesin potong rumput untuk membantu kebutuhan warga, khususnya di Kota Manado.
“Isinya begini, Bapak Ketua, izin. Tolong anggarkan 60 mesin potong rumput, karena banyak sekali permintaan masyarakat untuk di Kota Manado. Saya hanya menjawab saat itu, akan mencoba membicarakannya dengan TAPD,” ujarnya.
Louis menegaskan, permintaan tersebut bukan sekadar usulan biasa, melainkan merupakan bagian dari pesan terakhir almarhum Darwin Muksin yang perlu disampaikan dan diperjuangkan.
“Ini adalah amanat dari almarhum. Kita harus sampaikan kepada Ketua TAPD Provinsi Sulut beserta jajarannya,” ucapnya.
Mendengar penyampaian tersebut, Ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiskus Andi Silangen, langsung memberikan tanggapan. Ia meminta agar aspirasi tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena dapat diakomodasi melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Provinsi Sulut.
“Jangan khawatir, itu masuk dalam Pokir dari setiap anggota DPRD Provinsi Sulut. Mesin rumput itu kan ada harganya Rp1,5 juta, bermerek Honda, kan?” ujar Fransiskus.
Ketua TAPD Provinsi Sulut, Tahlis Galang, membenarkan hal tersebut.
“Iya, bermerek Honda,” jawab Tahlis.
Menanggapi hal itu, Fransiskus menyatakan bahwa usulan tersebut pada prinsipnya tidak menjadi persoalan, sehingga amanat terakhir almarhum Darwin Muksin dapat diwujudkan.
“Kalau cuma permintaan seperti itu mungkin cukup, ya. Supaya amanat dari almarhum bisa tercapai,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post