Manado, Barta1.com – Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Ditjen Gatrik ESDM) melakukan peninjauan langsung ke pusat kendali beban PLN di Sulawesi Utara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan energi primer dan keandalan transmisi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Peninjauan dipusatkan di PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Minahasa yang menjadi jantung pengendalian sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo. Kehadiran regulator ini bertujuan untuk memvalidasi data kesiapan pembangkit serta kecukupan daya mampu di lapangan secara real-time.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, memaparkan bahwa saat ini kondisi sistem kelistrikan dalam keadaan sangat prima. Ia menjamin bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya defisit daya selama masa libur panjang akhir tahun karena kecukupan pasokan yang tersedia.
“Sistem Sulutgo memiliki daya mampu netto sebesar 766 MW dengan beban puncak mencapai 487 MW, sehingga terdapat cadangan daya atau surplus sebesar 279 MW. Kondisi ini memastikan pasokan listrik tetap aman selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” jelas Usman Bangun, Selasa (23/12/2025).
Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar, memberikan apresiasi atas kesiapan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut. Menurutnya, pengawasan langsung diperlukan untuk menjamin pelayanan publik tidak terganggu oleh kendala teknis kelistrikan.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari pengawasan langsung Kementerian ESDM untuk memastikan kesiapan kelistrikan selama periode Natal dan Tahun Baru dapat berjalan secara optimal,” tutur Wanhar di sela-sela pemantauan di UP2B Minahasa.
Melalui sinergi antara regulator dan operator ini, PLN UID Suluttenggo optimistis mampu mengawal kelancaran aktivitas ibadah dan perayaan masyarakat. Cadangan daya sebesar 279 MW dinilai sangat mencukupi untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan beban yang tidak terduga pada malam puncak pergantian tahun. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post