Manado, Barta1.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) mengerahkan kekuatan penuh untuk menjaga kontinuitas aliran listrik. Sebanyak 1.657 personel disiagakan guna mengantisipasi gangguan teknis akibat faktor cuaca maupun beban jaringan selama periode Siaga Natal dan Tahun Baru.
Ribuan personel tersebut disebar di seluruh unit layanan untuk memastikan respons cepat jika terjadi kendala di lapangan. Selain sumber daya manusia, PLN juga menyiagakan alat pendukung seperti 24 unit genset, 16 unit Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 2 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk objek vital.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan seluruh tim telah dibekali dengan strategi mitigasi yang matang. Strategi ini mencakup penempatan posko siaga di titik-titik rawan gangguan dan pusat keramaian masyarakat.
“Seluruh personel dan peralatan tersebut ditempatkan pada 31 lokasi posko siaga yang dilengkapi dengan kendaraan operasional guna memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan,” tegas Usman Bangun dalam keterangan resminya.
Salah satu inovasi yang diterapkan dalam masa siaga tahun ini adalah penggunaan pemetaan risiko berbasis geospasial. Sistem ini memungkinkan PLN memetakan area yang rawan terdampak cuaca ekstrem serta kondisi geografis yang sulit secara lebih akurat dan terukur.
Selain mengamankan pasokan rumah tangga dan tempat ibadah, PLN juga memastikan keandalan infrastruktur kendaraan listrik. Saat ini, telah tersedia 32 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Sulawesi Utara yang siap melayani kebutuhan mobilitas masyarakat selama libur Nataru.
Dengan kombinasi kesiapan personel, alat pendukung, dan teknologi pemetaan risiko, PLN berkomitmen menjaga kenyamanan masyarakat. Langkah mitigasi ini diharapkan mampu meminimalkan durasi gangguan jika terjadi insiden yang diakibatkan oleh faktor alam yang tidak terelakkan. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post