Sukabumi, Barta1.com– PT PLN Indonesia Power (PLN IP) secara serius mengimplementasikan strategi transisi energi bersih di Indonesia. Melalui Unit Bisnis Pembangkitan Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu (UBP JPR), perusahaan ini meluncurkan inisiatif penanaman sorgum untuk dijadikan bahan baku biomassa dalam program co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Program yang diusung dengan tema “Empowering People, Save the Future” di Kampung Cipatuguran, Pelabuhan Ratu, Sukabumi ini, merupakan langkah strategis untuk mengurangi emisi karbon pembangkit listrik. PLN IP menggandeng masyarakat lokal, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan pasokan bahan bakar hijau ini.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian fundamental dari strategi besar perseroan dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional. “Ini bukan sekadar proyek energi hijau, melainkan gerakan transformatif yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat Sukabumi dan lingkungan,” ujar Bernadus Sudarmanta, Sabtu, (6/12).
Ia menambahkan bahwa program ini memerlukan dukungan penuh dari semua pihak. “Dukungan regulasi, investasi, dan komitmen semua pihak menjadi kunci kesuksesan scale-up program ini untuk mencapai dampak maksimal dalam agenda dekarbonisasi Indonesia,” katanya menjelaskan.
Senior Manager PLN IP UBP JPR, Bowo Pramono, menggarisbawahi peran sorgum dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan biomassa melalui co-firing adalah salah satu strategi utama PLN. “Scale-up operasional dilakukan secara bertahap dengan peningkatan rasio co-firing sebesar 5–10%, sambil terus memonitor kinerja dan optimalisasi berkelanjutan,” ungkap Bowo Pramono.
Sorgum dipilih karena kemampuannya yang adaptif terhadap lahan marginal dan iklim tropis, menjadikannya sumber energi terbarukan yang strategis dan berkelanjutan. Pemanfaatan biomassa ini berperan penting dalam pengurangan emisi karbon.
Ke depan, PLN IP berkomitmen untuk melanjutkan pendampingan kepada kelompok tani. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa budidaya sorgum dapat berjalan secara produktif dan berkelanjutan, menjamin pasokan energi hijau yang stabil bagi PLTU.
Inisiatif ini membuktikan bahwa transisi energi tidak hanya bergantung pada teknologi semata, tetapi juga melibatkan pemberdayaan sumber daya manusia dan kelestarian ekosistem. Dengan sinergi ini, PLN IP mengajak semua pihak untuk bersama-sama menanam energi masa depan demi Indonesia yang lebih hijau.(**)
Editor:
Iverdixon Tinungki


Discussion about this post