Agam, Barta1.com — Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT PLN (Persero) dan seluruh pihak terkait atas keberhasilan pemulihan total 100% sistem kelistrikan pascabencana banjir dan tanah longsor di provinsi tersebut.
Pemulihan ini dipandang krusial sebagai fondasi agar aktivitas masyarakat dapat berangsur normal, dengan Agam menjadi wilayah terakhir yang tersambung pada Jumat (5/12).
Keberhasilan pemulihan cepat ini disebut-sebut sebagai hasil dari sinergi dan kolaborasi erat antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan masyarakat lokal. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan bahwa kerja sama ini menjadi faktor penentu dalam mengatasi tantangan medan yang berat.
Gubernur Mahyeldi secara langsung memberikan pujian atas dedikasi para petugas.
“Kami mengapresiasi dedikasi petugas PLN dan seluruh pihak yang bekerja tanpa henti untuk memulihkan kembali listrik di wilayah-wilayah terdampak banjir dan tanah longsor, meski kondisi medan yang sangat berat. Insyaallah listrik sudah bisa dinikmati oleh masyarakat dan aktivitas bisa berjalan seperti biasa,” ucap Mahyeldi.
Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa upaya pemulihan ini didasarkan pada misi kemanusiaan.
“Kami menyaksikan bagaimana semangat gotong royong benar-benar hidup. Pemerintah Daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan tim PLN bergerak sebagai satu tubuh. Ini merupakan misi kemanusiaan untuk mengembalikan terang pascabencana di Sumatra Barat,” ujarnya, menyoroti aspek sosial dari pekerjaan ini.
Ketersediaan listrik merupakan kebutuhan dasar. Data PLN menunjukkan bahwa Sistem Kelistrikan Sumatra Bagian Tengah (Sumbar) memiliki Daya Mampu Netto yang signifikan, memastikan pasokan listrik yang andal bagi lebih dari 2,5 juta pelanggan.
Kecepatan pemulihan ini secara langsung berdampak pada keamanan dan kenyamanan publik, termasuk operasional layanan kesehatan, komunikasi, dan perbankan yang vital pascabencana.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, mengamini pentingnya kolaborasi tersebut mengingat tantangan teknis di lokasi seperti Solok Selatan dan Padang Panjang.
Ia merinci bahwa pemulihan melibatkan perbaikan jaringan tegangan menengah (JTM) dan jaringan tegangan rendah (JTR), termasuk pembangunan kembali tiang-tiang jaringan yang roboh, di mana akses masuk seringkali hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki.
Pulihnya kelistrikan 100% di Sumatra Barat diharapkan dapat memacu pemulihan sektor lain. Kehadiran terang dari PLN bukan hanya mengembalikan daya, tetapi juga memberikan harapan bagi masyarakat terdampak untuk memulai kembali kehidupan dan membangun ulang wilayah mereka. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post