Jakarta, Barta1.com — PT PLN (Persero) mengerahkan segala sumber daya untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik di Aceh yang mengalami kerusakan parah akibat banjir dan tanah longsor. Bencana ini menyebabkan gangguan suplai listrik signifikan setelah sedikitnya 12 tower transmisi roboh.
Untuk mengatasi kondisi darurat ini, PLN telah menerjunkan sekitar 500 petugas gabungan dari unit-unit PLN se-Indonesia untuk fokus pada pembangunan tower transmisi darurat. Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, yang hadir langsung di lokasi penyerahan bantuan, menekankan bahwa PLN bekerja dalam dua front utama: pemulihan infrastruktur dan bantuan kemanusiaan.
“Kami memahami betapa berat dampak banjir bagi masyarakat. Karena itu, PLN berkomitmen hadir tidak hanya melalui perbaikan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga melalui bantuan langsung yang diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan pascabanjir,” ujarnya baru-baru.
Robohnya 12 tower transmisi adalah indikasi skala kerusakan yang dialami infrastruktur utama PLN di Aceh. Gangguan pada jalur transmisi menyebabkan terputusnya aliran listrik tegangan tinggi ke gardu induk, yang berujung pada pemadaman luas di wilayah Aceh.
Pemulihan transmisi menjadi prioritas utama untuk mengembalikan pasokan listrik ke jaringan distribusi dan memastikan seluruh wilayah kembali teraliri daya. Proses pembangunan tower transmisi darurat dilakukan secara nonstop.
Sebanyak 500 petugas gabungan didatangkan dari seluruh Indonesia untuk mempercepat proses ini. Percepatan penanganan gangguan ini dilakukan melalui kolaborasi erat dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh. Sinergi ini memastikan kelancaran logistik dan pengamanan di medan yang sulit.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa akses listrik adalah kebutuhan mendesak yang harus segera dipulihkan.
“PLN selalu berada di sisi masyarakat dalam kondisi apa pun. Prioritas utama PLN dalam kondisi bencana adalah memastikan kebutuhan mendesak masyarakat dapat terpenuhi, baik dari sisi akses listrik maupun dukungan logistik,” ujar Darmawan.
Untuk mendukung aktivitas harian warga selama proses pemulihan, PLN menyalurkan 14.000 lampu emergency dan mendonasikan genset ke fasilitas publik. Bantuan genset salah satunya diserahkan ke Mesjid Al Ghafur di Aceh Besar. Kepala Badan Kesejahteraan Mesjid Al Ghafur, Tengku Muhammad Rijal, menuturkan bantuan sangat penting untuk menjaga keberlangsungan kegiatan ibadah di tengah pemadaman.
Selain peralatan listrik, PLN juga menyalurkan logistik dalam jumlah besar, termasuk 6 ton beras dan 2 ton gula. Selain itu, PLN berkolaborasi dengan Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda untuk pengadaan empat dapur umum yang tersebar di wilayah Bireun, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Singkil, yang menjamin ketersediaan makanan layak bagi warga di posko pengungsian.
Seluruh upaya teknis dan kemanusiaan ini dilakukan PLN dengan tujuan akhir agar warga dapat kembali beraktivitas dalam kondisi yang lebih baik dan aman. Kehadiran jajaran Direksi PLN di lokasi bencana, seperti Direktur Distribusi, Direktur Teknologi, dan Direktur Transmisi, menunjukkan keseriusan manajemen dalam mengawal pemulihan, baik di sisi operasional pembangkitan maupun infrastruktur vital yang terdampak. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post