Siau, Barta1.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang dipimpin duet Bupati Chyntia Kalangit dan Wakil Bupati Heronimus Makainas terus mengingatkan masyarakat agar tak mudah terprovokokasi dengan pernyataan-pernyataan sesat dari segelintir orang.
Pemkab menekankan pentingnya sikap tenang dan berpikir jernih dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, terutama yang belum tentu benar.
“Kami memahami bahwa dalam setiap perubahan, ada dinamika dan perasaan yang berbeda-beda. Namun, hendaknya perbedaan itu tidak diwujudkan dalam bentuk provokasi, fitnah, atau upaya memecah ketenangan bersama,” kata Plt Kadis Kominfo Sitaro, Gandawari Mulalinda, Sabtu, (1/11/2025).
Pemerintah juga mengingatkan bahwa kedewasaan warga tercermin dari kemampuan menjaga ketenangan dan kebenaran di tengah situasi yang penuh tekanan.
“Kedewasaan seseorang terlihat bukan dari seberapa keras ia berteriak, tetapi dari seberapa lapang ia menjaga ketenangan dan kebenaran,” lanjutnya.
Khusus kepada masyarakat Sitaro, pemerintah mengajak untuk terus memelihara suasana yang damai, saling menghormati, dan saling menguatkan dalam semangat kekeluargaan Anau Wanua.
“Jangan biarkan suara-suara yang lahir dari kekecewaan dan kehilangan arah menggoyahkan persaudaraan yang telah kita rawat dengan cinta dan pengorbanan di tanah Karangetang Mandolokang Kolo-Kolo ini,” tegas Mulalinda.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk tetap bekerja secara terbuka dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat luas.
“Kebenaran tidak perlu dibela dengan amarah, ia akan bersinar dengan sendirinya bagi mereka yang berhati jernih,” imbuhnya.
Dengan semangat persaudaraan dan kedamaian, pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus meneguhkan kebersamaan dan menjaga harmoni sosial di Sitaro.
“Mari terus berjalan bersama dalam keteduhan, menjaga persaudaraan, dan meneguhkan semangat kebersamaan. Karena hanya dengan hati yang damai, kita dapat melangkah lebih jauh menuju Sitaro yang maju, sejahtera, aman, damai, dan dahsyat.”
Peliput: Agustinus Hari


Discussion about this post