• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Desember 7, 2025
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Kotamobagu

Wali Kota saat Membuka Simposium Dermatovenereology, Foto: Diskominfo

Wali Kota Weny Gaib Dorong Symposium Dermatologi 2025 Tingkatkan Kompetensi Dokter di Kotamobagu

by Redaksi Barta1
20 Oktober 2025
in Kotamobagu
0
0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kotamobagu, Barta1.com – Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., secara resmi membuka Symposium Kotamobagu Dermatovenereology Aesthetic Update 2025 dengan tema “The Impact of Skin Diseases”. Acara ini menjadi momentum penting bagi para profesional medis di Sulawesi Utara untuk memperdalam pengetahuan tentang penyakit kulit yang semakin menjadi perhatian kesehatan masyarakat.

Berlangsung di Ballroom Sutanraja Hotel, Kotamobagu, Minggu 19 Oktober 2025, kegiatan ini menarik perhatian para dokter spesialis kulit dan kelamin serta dokter umum dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara, menandai komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota dr. Weny Gaib menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia penyelenggara. “Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah menyelenggarakan Symposium Kotamobagu Dermatovenereology Aesthetic Update 2025 di Kota Kotamobagu,” ujarnya. Ia berharap agar kegiatan serupa dapat terus digelar di Kotamobagu untuk mendukung perkembangan ilmu kedokteran di daerah.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan manfaat symposium sebagai kesempatan emas bagi para dokter. “Symposium ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi teman-teman dokter untuk memperoleh ilmu langsung dari para dosen dan narasumber yang ahli serta berpengalaman di bidangnya,” tambahnya. Melalui forum ini, peserta diharapkan dapat menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi dalam praktik sehari-hari.

Dr. Weny Gaib juga menyoroti dampak langsung dari kegiatan ini terhadap pelayanan kesehatan. “Diharapkan para peserta dapat menambah wawasan, meningkatkan kompetensi, sehingga mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam praktik pelayanan kesehatan,” katanya. Pernyataan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat sektor kesehatan di tengah tantangan penyakit kulit yang semakin kompleks.

Symposium ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Cabang Manado. Organisasi ini dikenal aktif dalam mengadakan edukasi berkelanjutan bagi anggotanya, memastikan standar praktik dermatologi tetap tinggi di wilayah Sulawesi Utara.

Menurut data terkini, prevalensi penyakit kulit di Indonesia mencapai rentang 4,60% hingga 12,95%, menjadikannya sebagai salah satu dari sepuluh penyakit terbanyak di negara ini. Khusus untuk dermatitis, prevalensi mencapai 6,78%, dengan 90% kasus terkait pekerjaan berupa dermatitis kontak. Angka ini menunjukkan urgensi update ilmu seperti yang dilakukan dalam symposium ini.

Skabies, salah satu penyakit kulit umum, memiliki prevalensi bervariasi antara 5,60% hingga 12%, dan menempati peringkat ketiga di antara penyakit kulit teratas di Indonesia. Di Sulawesi Utara, symposium ini diharapkan menjadi katalisator untuk mengurangi dampak penyakit ini melalui peningkatan kompetensi dokter, tak terkecuali di Kotamobagu.

Dengan adanya narasumber ahli, peserta tidak hanya mendapatkan teori tapi juga aplikasi praktis dalam menangani dampak penyakit kulit, termasuk aspek estetika yang semakin diminati masyarakat. Hal ini selaras dengan proyeksi peningkatan kasus kanker kulit seperti melanoma sebesar 5,9% pada 2025.***

Barta1.Com
Tags: Dermatovenereology 2025Wali Kota KotamobaguWeny Gaib
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Pesan dari Molas: Cintai Mangrove, Lindungi Masa Depan

Pesan dari Molas: Cintai Mangrove, Lindungi Masa Depan

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Ganti Genset Solar dengan Listrik PLN, TNI AL Dukung Transisi Energi Nasional dan Kurangi Emisi Karbon 7 Desember 2025
  • Hemat 56% Biaya Operasional Kapal Perang, PLN-TNI AL Kuatkan Pertahanan Laut Lewat Elektrifikasi Dermaga 7 Desember 2025
  • Daftar 26 Pemain Ikuti Seleksi Tahap Akhir Persma Manado 1960 7 Desember 2025
  • Beri Dukungan Moral ke Defit Nicot Bee, Sahea: Yakinlah! Kebenaran Pasti Akan Menang 7 Desember 2025
  • Tindak Pidana Pertanahan, Plt. Wakil Jaksa Agung Minta Pencegahan Diperkuat 7 Desember 2025

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In