SANGIHE, BARTA1.COM – Kepala Stasiun PSDKP Tahuna melalui Ketua Tim Kerja Penanganan Pelanggaran, Jaswin Rony Tiala, membenarkan kaburnya tujuh warga negara Filipina dari ruang tahanan lembaganya pada Kamis dini hari, 25 September 2025.
Saat dikonfirmasi, Jaswin menjelaskan peristiwa itu terekam kamera pengawas sekitar pukul 01.33 WITA. Para tahanan terlihat memanjat pagar belakang dengan ikatan kain, lalu turun dan berjalan ke arah kolong jembatan sebelum naik ke perahu. “Mereka menggunakan perahu tangkapan yang mungkin masih memiliki sisa bahan bakar di tangki atau kemungkinan mengambil dari gelon di sini,” kata Jaswin, Selasa, (30/9/2025.
Ia mengungkapkan, ada kendala teknis dalam pengawasan di ruang tahanan lantai dua. Petugas tidak mengunci akses pintu karena pasokan air ke lantai itu tidak lancar. Para tahanan biasanya harus turun untuk ke toilet. “Di kesempatan inilah mungkin mereka kabur. Karena sudah ada niat,” ucapnya.
PSDKP Tahuna, kata Jaswin, langsung menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan melaporkan peristiwa itu ke Polres Kepulauan Sangihe serta Kejaksaan Negeri Tahuna. Namun hingga semalam, informasi terakhir yang diterima pihaknya menyebut tujuh tahanan itu sudah berada di Filipina.
Petugas sempat melakukan pengejaran menggunakan kapal cepat. Akan tetapi, upaya itu gagal lantaran mesin kapal mengalami trobel. “Perahu kami keluar asap hitam, sementara mereka sudah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam,” kata Jaswin.
Saat ini masih ada tiga WNA Filipina lainnya yang tetap berada di ruang tahanan dan menunggu jadwal deportasi.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post