Manado, Barta1.com – Massa aksi dari Gerakan September Hitam atau Geram Sulut menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (4/9/2025).
Aksi ini melibatkan berbagai organisasi kemahasiswaan dan masyarakat sipil, termasuk Ormas Oi Manado yang dikenal sebagai wadah penggemar musisi Iwan Fals bersama organisasi Cipayung seperti GMNI, IMM, PMKRI, HMI, dan PMII Metro. Mereka mengusung 11 tuntutan utama yang bersifat nasional.
Tuntutan tersebut disuarakan oleh para orator yang secara bergantian bernegosiasi dengan pimpinan dan anggota DPRD Sulut. Salah satu poin utama adalah desakan untuk mengevaluasi dan mereformasi total kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mereka juga menuntut: Reformasi menyeluruh di tubuh DPR RI, penolakan terhadap militerisasi ruang sipil, pencopotan Kapolri dan reformasi Polri secara sistemik.
Para negosiator aksi seperti Hizkia Rantung, Taufan, Imanuella Malonda, Fadal Monofa, dan rekan-rekannya juga menekankan pentingnya:
Transformasi partai politik, Revisi UU Pemilu, Pengesahan RUU Masyarakat Adat, Penyelesaian isu perampasan aset dan RUU PPRT, Revisi UU Ketenagakerjaan tanpa skema Omnibus Law, Penolakan revisi RKUHAP tanpa partisipasi publik yang bermakna, Kenaikan upah minimum tahun 2026 sebesar 8,5%–10,5%.
Selain itu, massa aksi juga menuntut pencabutan PP 35/2021 tentang perjanjian kerja waktu tertentu, alih daya, waktu kerja dan istirahat, serta pemutusan hubungan kerja. Mereka mendesak reformasi kebijakan perpajakan dan penghentian kriminalisasi terhadap aktivitas pembelajaran HAM.
Menanggapi berbagai tuntutan ini, sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sulut, antara lain Royke Anter, Amir Liputo, Louis Carl Schramm, Royke Roring, Hillary Julia Tuwo, dan Jeane Laluyan, menyatakan siap menerima dan mengawal aspirasi para demonstran.
“Setiap aspirasi dari teman-teman mahasiswa akan kami terima dan kawal, baik di tingkat daerah, aparat penegak hukum, maupun pemerintah pusat,” pungkas Royke. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post