• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Kamis, Juni 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Sangihe

Panen Buah Naga dengan Pupuk Organik, Petani Sangihe Buktikan Hasilnya Maksimal

by Redaksi Barta1
9 Agustus 2025
in Sangihe, Sangihe
0
Foto: Sekretaris TPPKK dan Kepala Dinas Pertanian Sangihe hadir dalam panen buah naga petani Jamaludin Bawoel. (Dok.Rendy/Barta1)

Foto: Sekretaris TPPKK dan Kepala Dinas Pertanian Sangihe hadir dalam panen buah naga petani Jamaludin Bawoel. (Dok.Rendy/Barta1)

0
SHARES
83
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SANGIHE, BARTA1.COM – Di bawah terik matahari Sabtu siang, (9/8/2025), Jamaludin Bawoel memetik buah naga merah dari kebunnya di Kampung Utaurano. Sekitar seribu pohon berjejer rapi, semua tumbuh subur tanpa sentuhan pupuk kimia.

Pria 62 tahun yang akrab disapa Udin itu menuturkan, sejak awal ia memilih pupuk organik yang ia racik sendiri. Bahan-bahannya sederhana dan tersedia di sekitar rumah. “Saya tidak berharap banyak karena tanaman ini lama berbuah. Ternyata hasilnya bagus sekali,” katanya.

Foto: Tanaman buah naga milik petani Jamaludin Bawoel di Kampung Utaurano. (Dok. Rendy/Barta1)
Foto: Tanaman buah naga milik petani Jamaludin Bawoel di Kampung Utaurano. (Dok. Rendy/Barta1)

Keputusan menggunakan pupuk organik bukan tanpa alasan. Menurut Jamaludin, biaya produksinya lebih rendah, tanaman lebih sehat, dan rasanya lebih manis. Hasilnya, panen kali ini sudah habis sebagian bahkan sebelum sampai ke pasar.

Harga jual di pasar tradisional dipatok Rp 20 ribu per kilogram, jauh di bawah harga supermarket yang bisa mencapai Rp 40 ribu per kilogram. “Kalau di pasar, orang bisa menawar. Saya mau buah naga ini bisa dibeli masyarakat biasa,” ujar Jamaludin.

Foto: Petani Jamaludin Bawoel saat mau memanen buah naga miliknya. (Istimewa)
Foto: Petani Jamaludin Bawoel saat mau memanen buah naga miliknya. (Istimewa)

Panen ini turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Sangihe, Franky Nantingkaseh, dan Sekretaris TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe, Agnes Bulahari Walukouw. Kehadiran TP-PKK dinilai penting untuk mendorong keterlibatan kelompok perempuan dalam pengembangan pertanian organik di desa.

“Pemupukan organik jarang dilakukan di sini. Beliau bisa membuat pupuk sendiri, bahkan mengolah benih sendiri. Ini patut dicontoh,” kata Franky.

Kapitalaung Utaurano, Herdyanto Takapulungang, menilai keberhasilan Jamaludin dapat menjadi inspirasi desa. Ia berjanji akan mengupayakan akses jalan setapak dan lampu tenaga surya menuju kebun, sehingga warga lain bisa mengembangkan kebun serupa.

Jamaludin pun membuka diri bagi siapa pun yang ingin belajar menanam buah naga secara organik. “Saya ikhlas membantu. Kalau ada yang mau menanam, saya akan bimbing,” ujarnya.

Peliput: Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: Buah NagaJamaludin BawoelPupuk Organik
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Foto bersama dosen dan mahasiswa Jurusan AB Polimdo bersama anak-anak Komunitas Dinding Manado. (foto: meikel/barta)

Dosen dan Mahasiswa Polimdo Ajarkan Bahasa Inggris Kepada Anak-anak Dinding Manado

Discussion about this post

Berita Terkini

  • AMDATARA Resmi Hadir di Sulut, Berikut Susunan Pengurusnya 25 Juni 2026
  • Plt Bupati dan Ketua TP-PKK Membaur di HUT ke-168 GMIST Imanuel Kelling Balehumara 25 Juni 2026
  • Bupati Michael Thungari Promosikan Potensi Sangihe di Penutupan PENAS XVII 25 Juni 2026
  • Listrik Tanpa Kedip Kawal Kunjungan Presiden di PENAS XVII Gorontalo 25 Juni 2026
  • Mengapa Sulawesi Utara Harus Berani Bersuara Stop Perkawinan Anak? 24 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In