Manado, Barta1.com – Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Rocky Wowor, belum lama ini menyampaikan kepada awak media, tepatnya di lantai 3 DPRD Provinsi Sulut, Senin (24/03/2025) terkait hasil rapat internal fraksi bahwa setiap keder PDI harus aktif dalam setiap agenda dewan.
“Hasil rapat mendorong setiap kader harus proaktif terkait agenda dewan. Walaupun ada kegiatan di luar, harus diutamakan kegiatan dewan,” tegasnya.
Apa yang menjadi harapan salah satu pimpinan partai berlambang moncong putih itu rupanya berbeda dengan kondisi di lapangan.
Mengingat salah satu kader PDI Perjuangan Dapil (Daerah Pemilihan) Minahasa Selatan (Minsel) dan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Eldo Wongkar, yang meraup 39.773 suara, itu terpantau Barta1.com tak hadir pada beberapa kali RDP (rapat dengar pendapat) Komisi II bersama Dinas terkait.
Misalnya, Komisi II melakukan RDP bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulut, Senin (3/02/2025), yang hadir pada rapat itu adalah Michaela Elsiana Paruntu, Ruslan Gani, Inggried Sondakh, Dea Lumenta, Harry Porung, Normans Luntungan, Priscilla Rondo, dan Angelia Wenas.
Pada pertemuan itu, ada beberapa hal penting yang dibahas, seperti aset Pemerintah Provinsi Sulut yaitu asrama mahasiswa di Bogor yang kurang diperhatikan oleh pemerintah daerah.
Bahkan mahasiswa yang berasal dari Sulut mengeluhkan lokasi asrama yang dinilai terlalu jauh, yang bisa menganggu kelancaran perkuliahan. Begitupun dengan isu efisiensi anggaran perjalanan dinas dan atk sebesar 50 % menjadi pembahasan penting kala itu.
Komisi II DPRD Sulut di bawah koordinator Wakil Ketua Michaela Elsiana Paruntu terus melakukan RDP dengan berbagai pihak, guna menjawab setiap aspirasi yang dikeluhkan oleh masyarakat.
Hal itu juga berlanjut pada RDP selanjutnya, namun kali ini bersama Solidaritas Nelayan Sulut, pihak Pelabuhan Perikanan Samudra Bitung, dan PSDKP Bitung, Senin (17/02/2025).
Pertemuan kali ini, Inggrid Sondakh bersama jajarannya menerima aspirasi dari para nelayan, terkait dibatasinya zona penangkapan, penerapan penggunaan alat monitoring, serta penggunaan special monitoring system (PMS) yang diwajibkan bagi seluruh kapal nelayan.
Kemudian, setiap nelayan mengeluhkan adanya pemberlakuan SKN dan BST, kemudian harga acuan ikan (HAI) digunakan sebagai dasar pembayaran PNBP, permintaan surat Izin penggunaan rumpun (ACR), serta kebijakan terkait izin penggunaan rumpun.
Dalam pembahasan itu, nelayan mengharapkan peran penting dari para pimpinan dan anggota komisi II saat itu, mereka yang hadir adalah Priscilia Rondo, Inggrid Sondakh, Michaela Elsiana Paruntu, Jeane Laluyan, Dea Lumenta, Ruslan Gani, Normans Luntungan, Angelia Wenas dan Harry Porung.
Begitupun pada RDP Komisi II bersama Dinas Koperasi Provinsi Sulut, kamis (15/05/2025). Anggota legislatif yang meraup suara terbanyak di Dapilnya, itu tidak terlihat juga pada pembahasan tentang koperasi merah putih, yang di mana Kabupaten Minsel dan Mitra akan menjadi bagian di dalamnya.
Rupanya RDP itu dibuat, guna mempertanyakan tentang program koperasi merah putih yang diperkasai langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, terkait persyaratan menjadi pengurus, terus bagaimana cara kerjanya, anggarannya dari mana dan sebagainya, dengan tujuan agar setiap anggota DPRD mampu menjelaskan ketika masyarakat bertanya.
Lagi – lagi yang hadir pada RDP itu, hanya Inggrid Sondakh, Michaela Elsiana Paruntu, Jeane Laluyan, Dea Lumenta, Ruslan Gani, Normans Luntungan, Angelia Wenas dan Harry Porung.
Putra dari Bupati Kabupaten Minsel, Franky Donny Wongkar, itu ketika dikonfirmasi Barta1.com melalui vhia WhasApp 0812 xxxx xxxx terkait ketidakhadirannya pada RDP, sampai berita ini naik tidak ditanggapi.
Ketidakhadiran Eldo Wongkar pada setiap kali RDP, mengingatkan kritikan Almarhum Winsulangi Salindeho, yang pernah menjabat Anggota DPRD Provinsi Sulut.
Kritikan itu ia layangkan kepada rekan-rekannya dari Nusa Utara, yang tidak hadir pada rapat Paripurna terkait penyampaian hasil reses, tepatnya di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Selasa (5/01/2021).
Mereka yang masih muda tidak ada saat ini. “Jika yang muda sudah tidak hadir seperti ini, bagaimana mereka memperjuangkan aspirasi rakyat,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post