Manado, Barta1.com – Anggota Pansus (Pansus) LKPJ Gubernur 2024 sekaligus ketua Fraksi Gerindra Sulut, Louis Carl Schramm menyerukan persoalan limbah pabrik kecap yang ada di Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Rabu (16/04/2025).
“Saat banjir kemarin, saya membawa bantuan ke Sumompo, kemudian melihat sebuah sungai yang airnya itu keluar coklat. Saya tanya ini pabrik apa ? mereka menjawab pabrik kecap. Kemudian saya bertanya lagi, kenapa dia keluar di sini, rupanya ada jam-jam tertentu mereka membuang limbah di sungai,” ungkap Louis.
Saat dicari tahu terkait amdal dan izin, kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulut ini, rupanya sudah lewat semua. “Jika bisa, pabrik ini harus kita kunjungi. Kalau ada rekomendasi, baiknya dihentikan dahulu, kelihatan lebih besar merusak lingkungan daripada PAD-nya (Pendapatan Asli Daerah) yang diberikan).”
PLH Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulut, Arfan Basuki, setelah mendengar penjelasan anggota Pansus Louis Carl Schramm, langsung menjawab. “Apa yang disampaikan oleh anggota Pansus yang terhormat, itu adalah perusahaan CV Sumber Baru yang ada di Tuminting dan sumber kewenangannya ada di Kota Manado.”
“Namun, pengawasannya bisa bertingkat sampai Provinsi. Sempat juga kami turun 2 tahun yang lalu, dan mendapatkan bahwa pengelolaan pabrik ini kurang lebih 580 botol per hari, berupa kecap dan saus tomat. Dan permasalahannya waktu itu, perizinannya belum clear semua dan kami memberhentikan sementara, serta diserahkan kepada Kota Manado dan mengurus perizinannya dan dilepas untuk menjalankan usaha untuk meningkatkan PAD di Kota Manado,” jelasnya.
Kemudian, sejak tahun 2023 ipal-nya membludak atau full, sehingga terjadi pembuangan di waktu – waktu tertentu. “Apalagi ketika hujan, kami selalu mendapatkan laporan dan langsung berkoordinasi dengan DLH Kota Manado untuk menindaklanjuti itu, tapi sampai saat ini seperti itu, dikarenakan perizinannya dikeluarkan oleh Kota Manado dan menghentikan pengoperasian perusahaan tersebut adalah kewenangan mereka. Kalau Pansus akan turun, ini akan menjadi atensi kita untuk mengambil langkah lebih lanjut. Itu terkait pabrik kecap,” jelas Kadis.
Mengedar penjelasan kadis itu, langsung ditanggapi lagi oleh Louis. “Saya pikir perlu kita turun, mengingat limbah ini dibuang setiap harinya di Sungai,” ujarnya.
Mendengar hal itu, Ketua Pansus Amir Liputo, langsung mengarahkan lagi DLH Provinsi Sulut untuk turun lagi, meninjau pabrik kecap tersebut. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post