• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Pembersihan Rumah Warga Pasca Banjir Manado, Gilbert Tatodi: Keterpanggilan

by Meikel Eki Pontolondo
24 Maret 2025
in Edukasi
0
Lokasi pembersihan rumah warga di Kampung Tela, Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. (foto: meikel/barta)

Lokasi pembersihan rumah warga di Kampung Tela, Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. (foto: meikel/barta)

0
SHARES
73
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Kota Manado diguyur hujan selama 2 hari, yakni Jumat – Sabtu (21-22/03/2025) hingga beberapa lokasi terjadi banjir. Salah satunya, Kampung Tela, lingkungan 3, Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting.

Salah satu rumah warga di Kampung Tela, Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado dibersihkan pasca banjir. (foto: meikel/barta)

Bahkan masyarakat setempat yang ikut terdampak, menjelaskan bahwa hari pertama airnya tidak terlalu tinggi, namun memasuki hari kedua air sudah mulai naik hingga ukuran dada orang dewasa.

Lokasi pembersihan rumah warga di Kampung Tela, Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. (foto: istimewa)

“Ketika air sudah naik, tentunya yang diselamatkan adalah barang – barang berharga yang dinaikan ke lantai 2 dan semuanya aman. Yeah, yang terdampak bagian dari lantai 1 karena dipenuhi lumpur dan sampah,” ungkap salah satu warga, Minggu (23/03/2025).

Kediaman yang keberadaannya di depan Masjid itu, bagian dari beberapa Rumah yang terdampak banjir. Yang membutuhkan waktu, hingga 2 jam untuk membersihkannya.

Pada situasi pembersihan terlihat beberapa Pecinta Alam ikut membantu, seperti KMPA Tansa, GMPA Panthera Pardus dan PPAB Everst.

Anggota KMPA Tansa, Gilbert Tatodi, ketika diwawancarai mengatakan aksi pembersihan itu dilakukan karena spontanitas dan keterpanggilan dari anggota KMPA Tansa yang dibantu oleh teman-teman dari GMPA Panthera Pardus dan PPAB Everst.

“Ketika melihat beberapa postingan di sosial media, bahwa banyak rumah yang terendam air hingga masyarakatnya dibawa ke lokasi pengungsian. Kami berinisiatif, ketika esok hujannya sudah redah tugas kita adalah membantu masyarakat untuk membersihkan rumahnya,” ungkap Gilbert.

Mengingat, kata Gilbert, pasca banjir selain makanan yang dibutuhkan , tentunya masyarakat ingin kembali ke tempat tinggalnya seperti sediakala ditempati.

“Lokasi yang kami kunjungi itu adalah Kampung Tela, Kelurahan Mahawu, tepatnya di lingkungan 3. Saat tiba di lokasi, terlihat beberapa warga sedang membersihkan rumahnya sembari menunggu bantuan, tak lama dari itu kami langsung terjun membantu untuk membersihkan bagian depan rumah pertama, kemudian di rumah kedua hampir semua bagian dari ruangan rumah dibersihkan, mengingat banyaknya lumpur dan pasir yang menumpuk,” jelasnya.

Menurutnya, dengan personil seadanya yakni 7 orang, 2 rumah yang dibersihkan benar-benar sudah siap untuk ditempati. “Bagian yang membuat masyarakat tidak nyaman, yaitu adanya lumpur tebal yang menumpuk di bagian ruang tamu hingga kamar, semuanya sudah terangkat dan dibersihkan seperti sedia kalah.”

“Ketika semua sudah dibersihkan, sebagian masyarakat setempat mengira kami bagian dari keluarga yang rumahnya dibersihkan. Namun Kami menjelaskan, bahwa kehadiran kami di sini tanpa ada keluarga satu pun di daerah ini, kedatangan kami di sini secara suka rela mau membantu masyarakat, Bapak – Ibu yang terdampak,” tuturnya.

Selepas dari apa yang dilakukan, ketua panitia Diklatsar KMPA Tansa, itu meminta perhatian dari Pemerintah Kota Manado maupun Provinsi Sulawesi Utara untuk benar – benar memperhatikan daerah yang setiap tahunnya terdampak banjir. “Buatlah pengerukan yang lebih dalam ke wilayah sungai Mahawu, kemudian perbaiki pondasi yang ada di belakang rumah masyarakat Mahawu, yang diduga sempat dirusak tanpa diperbaiki lagi. Mengingat hujan sedikit saja, air sudah masuk lagi.”

“Berikut jangan izinkan lagi masyarakat membangun rumah di bantaran sungai, atau membangun perumahan di bagian ketinggian yang bisa mengancam masyarakat bagian terendah. Buatlah perencanaan tata kota yang benar-benar memperhatikan ekologis, guna menghindari lagi banjir  selanjutnya yang akan dirasakan oleh masyarakat,” pintanya.

Masyarakat tidak butuh bantuan makanan terus menerus, lanjut Gilbert,  yang mereka butuhkan adalah solusi kongkrit agar mereka tidak lagi terendam banjir.

“Pasca banjir ini, semoga menjadi perhatian serius bagi pemerintah terkait perbaikan, perencanaan program dan kebijakan yang akan dibuat,” pungkasnya. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Gilbert TatodiGMPA Panthera Parduskelurahan mahawuKMPA TansaPembersihan Rumah Warga Terdampak Banjir di Kampung TelaPPAB Everst
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Anggota DPRD Provinsi Sulut, Louis Carl Schramm saat mengunjungi Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar Senja Cerah. (foto; istimewa)

Reses ke 1 DPRD Sulut, Dapil Manado Banyak Terima Aspirasi Persoalan  Infrastruktur

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Pulau Mahoro hingga Tarsius Tumpara Bikin Primadona Pariwisata Sitaro Meroket 8 Oktober 2026
  • Hengky Honandar Sambut Peserta Regional Marpolex 2026 di Pelabuhan Bitung 8 Oktober 2026
  • Gulir Program Dorong UMKM Berdaya, PLN Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Luwuk 8 Oktober 2026
  • Alfamidi Edukasi Siswa SMP di Minahasa Utara Manfaatkan Sampah Jadi Ecobrick 7 Oktober 2026
  • Soeratin Cup 2026 Zona 7: SBB Binter Ternate dan PS Manado Lolos 8 Besar Seri Nasional 7 Oktober 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In