Manado, Barta1.com – Peneliti Gus Dur, sekaligus Advisor Jaringan GUSDURian, Dr. Abdul Gaffar Karim, M.A mencoba menjelaskan 6 visi Gus Dur, salah satunya toleransi agama dan budaya, bertempat di Ruang Theater IAIN Manado, Kamis (29/08/2024).
“Gus Dur (Abdurrahman Wahid) adalah orang yang terus menerus mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kebenarannya sendiri, dan setiap orang punya persepsinya dan itu harus dihormati. Itu yang dilakukan oleh Gus Dur, bukan hanya sekedar diucapkan saja,” ungkap Abdul pada agenda Gus Dur Memorial Lecture yang digelar oleh GUSDURian bersama IAIN Manado.
Bahkan kata Abdul, Gus Dur selalu menjelaskan bagaimana toleransi terhadap agama yang berbeda, atau keyakinan yang berbeda.
“Di Indonesia sendiri banyak agama lokal. Agama lokal dalam artian, teologinya menjelaskan relasi dengan hal-hal yang bersifat lokal. Bersifat lokal itu, seperti pohon, bukit, dan sumber air. Jika di Islam, ada perintah Allah untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ia kemudian menyentil beberapa film horor lokal, jika dilihat dari visi pertama Gus Dur, dinilai tidak ada toleransi agama dan budaya, dikarenakan beberapa film menganggap yang menyembah pohon itu suatu hal yang salah.
“Maka dari itu, poin terpenting sebenarnya adalah, jika saya menganggap kepercayaan saya itu benar, kemudian orang lain juga menganggap kepercayaannya benar, mungkin juga sama-sama menganggap benar, atau sebaliknya juga sama-sama menganggap salah. Ini yang menjadi visi pertama Gus Dur, sedianya juga setiap orang untuk saling menghormati satu dengan yang lainnya,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post