Talaud, Barta1.com – Admin grup facebook publik talaud buka suara soal komentar anonim 166 yang telah dilaporkan di Polres Kepulauan Talaud.
Melalui kiriman tulisan yang bertajuk Menjaga Marwah Demokrasi Digital: Tanggapan Tegas Pengelola “Publik Talaud” atas Polemik Hukum Akun Anonim, ia memberikan tanggapan soal komentar yang bernada hinaan terhadap Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah.
Menurut Kapahang, langkah ini diambil untuk menyikapi dinamika ruang digital di Kabupaten Kepulauan Talaud pasca viralnya komentar yang dilontarkan oleh akun anonim agar biasannya tidak terus meluas.
Selain itu, tulisan yang dikirim via pesan WhatsApp ke nomor pribadi biro Talaud media Barta1.com pada Sabtu (19/09/2026) siang tadi, tulisan ini merupakan bentuk tanggapan pasca pemberitaan sebelumnya terkait laporan pengaduan yang diamasukan oleh kuasa hukum pemerintah kabupaten Kepulauan Talaud yang juga merupakan kuasa hukum pribadi Bupati Kepulauan Talaud ke SPKT Polres Kepulauan Talaud.
Laporan tersebut dilayangkan karena komentar akun anonim tersebut dinilai memuat tuduhan serta menyerang kehormatan pribadi dan keluarga, khususnya yang menyinggung rekam jejak (track record) pencalonan bupati serta latar belakang pengusaha. Penyerahan pengaduan ini turut didampingi oleh penasihat hukum Vanderik Wailan, SH, bersama Kabag Hukum Rolan Tawaris, SH, serta Staf Khusus bidang hukum Join Mangamba, SH dan Joutce Adam, SH. Pihak kuasa hukum menegaskan bahwa langkah ini diambil bukan untuk membatasi kritik kebijakan publik berbasis fakta, melainkan untuk menindak tegas serangan yang bersifat personal.
Kata Kapahang, berdasarkan penelusuran pada postingan media sosial yang diakses melalui tautan https://www.facebook.com/share/p/1VMqNiNFaS/, muncul narasi dari pihak pendukung termasuk melalui akun AB dan komentar warganet yang diunggah oleh akun SM yang secara terbuka melemparkan asumsi dan tuduhan terhadap pengelola grup Facebook Publik Talaud.
Lanjutnya, pengelola grup dituding sengaja membiarkan atau menormalisasi konten negatif, bahkan disinyalir dikaitkan secara spekulatif sebagai pemilik akun anonim tersebut. Penggunaan narasi berpolarisasi politik lokal serta seruan bernada tekanan psikologis dikhawatirkan menciptakan efek jera (chilling effect) terhadap ruang demokrasi warga, padahal grup tersebut selama ini murni difungsikan sebagai wadah aspirasi publik yang telah dilengkapi dengan sistem filter otomatis (auto-filter) dari Facebook.
Menyikapi perkembangan situasi yang menyeret nama pengelola grup serta berbagai opini sepihak yang berkembang di media sosial, pendiri dan pengelola grup Publik Talaud, Kapahang (Marsalexander.Comm) bersama tim, secara resmi mengeluarkan pernyataan tegas dan seruan solutif.
Dalam keterangannya, Kapahang menyampaikan pesan tegas kepada pihak kuasa hukum pelapor serta para pendukung untuk segera menghentikan segala bentuk trial by social media dan opini menghakimi yang menyudutkan pengelola grup.
Ia menegaskan bahwa admin tidak memiliki keterkaitan personal, kendali penuh atas identitas anggota anonim, maupun niat untuk menormalisasi pelanggaran hukum apa pun, sehingga proses hukum yang sedang ditangani oleh aparat penegak hukum di kepolisian harus dihormati secara objektif tanpa melakukan intimidasi terhadap pengelola wadah aspirasi masyarakat.
Sebagai solusi konstruktif bagi seluruh masyarakat Kepulauan Talaud, Kapahang beserta tim mengajak semua pihak untuk kembali merajut kedewasaan beretika di ruang digital. Ruang grup “Publik Talaud” harus dikembalikan dan dijaga bersama sebagai rumah dialog yang sehat, objektif, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang kubu politik. Seluruh elemen masyarakat diimbau untuk meningkatkan literasi digital, menyampaikan aspirasi atau kritik yang konstruktif berbasis data, serta menghindari penggunaan akun anonim yang melanggar hukum.
Menutup pernyataannya, Kapahang menegaskan bahwa kemajuan daerah sangat bergantung pada bagaimana warga dan pemerintah secara bersama-sama merawat demokrasi digital yang bermartabat, menjadikan hukum sebagai panglima yang objektif, serta menjaga keharmonisan daerah agar Kabupaten Kepulauan Talaud senantiasa bergerak maju ke arah yang lebih baik.
Peliput: Evan Taarae


Discussion about this post