• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Sabtu, September 19, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Mahasiswa Teknik Elektro Polimdo Ciptakan Alat Pakan Ikan Mujair Otomatis Berbasis IoT untuk Pembudidaya

by Meikel Eki Pontolondo
19 September 2026
in Edukasi
0
Mahasiswa Teknik Elektro Polimdo Ciptakan Alat Pakan Ikan Mujair Otomatis Berbasis IoT untuk Pembudidaya
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus berupaya menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat melalui penelitian yang dilakukan mahasiswa tingkat akhir. Salah satunya diwujudkan melalui pengembangan teknologi yang dapat membantu masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan.

Upaya tersebut dilakukan oleh dua mahasiswa semester akhir Program Studi Diploma IV (DIV) Teknik Listrik, Alvando S. N. Wenas dan Kristo Natanael Langi. Keduanya mengembangkan penelitian berjudul “Rancang Bangun dan Analisis Efektivitas Sistem Pakan Ikan Mujair Otomatis Berbasis IoT.”

Penelitian tersebut dibimbing oleh Johan F. Makal, SST., MT., Ali Akbar Steven Ramschie, SST., MT., dan Yoice Rita Putung, SST., MT.

Alat Rancang Bangun dan Analisis Efektivitas Sistem Pakan Ikan Mujair Otomatis Berbasis IoT. (Foto : istimewa)
Alat Rancang Bangun dan Analisis Efektivitas Sistem Pakan Ikan Mujair Otomatis Berbasis IoT. (Foto : istimewa)

Hasil penelitian ini tidak hanya berhenti pada tahap akademik, tetapi diarahkan langsung kepada mitra, yakni masyarakat yang berprofesi sebagai pembudidaya ikan mujair. Begitulah pola  yang dibuat oleh  pimpinan Jurusan saat ini, yakni Ketua Jurusan Teknik Elektro Polimdo Marson Budiman, SST., MT.

Desa Eris, Kecamatan Tondano, Kabupaten Minahasa menjadi lokasi penyerahan alat keduanya kepada mitra, yakni Teno Edwin Assa, pembudidaya ikan Mujair.

“Alat ini  bagus. Kami  merasa senang dan terbantukan dengan proses yang lebih mudah untuk memberikan pakan  ikan. Untuk itu, saya mau  mengucapkan banyak – banyak  terima kasih  kepada dua mahasiswa dari Polimdo, yang sudah membantu saya dengan alat yang bisa mempermudah usaha kami ini.  Kiranya Tuhan bisa membalas kebaikan kalian berdua beserta institusi Polimdo,” ungkap Teno.

Alat Rancang Bangun dan Analisis Efektivitas Sistem Pakan Ikan Mujair Otomatis Berbasis IoT. (Foto : istimewa)
Alat Rancang Bangun dan Analisis Efektivitas Sistem Pakan Ikan Mujair Otomatis Berbasis IoT. (Foto : istimewa)

Menurut Kristo Natanael Langi, penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh proses pemberian pakan ikan mujair yang masih dilakukan secara manual oleh sebagian pembudidaya.

“Kami menilai hal ini kurang efektif karena pembudidaya harus datang langsung ke kolam untuk memberikan pakan,” ujar Natanael.

Ia menjelaskan, sistem pemberian pakan secara manual dapat memengaruhi efisiensi waktu maupun ketepatan takaran pakan, karena prosesnya sangat bergantung pada orang yang memberikan pakan.

Alvando dan Kristo saat menyerahkan alat kepada Mitra, yakni Bapak Teno Edwin Assa. (foto : istimewa)
Alvando dan Kristo saat menyerahkan alat kepada Mitra, yakni Bapak Teno Edwin Assa. (foto : istimewa)

“Kami menilai pemberian dan jumlah pakan secara manual mungkin saja berbeda-beda. Selain itu, pembudidaya harus meluangkan waktu untuk datang langsung ke kolam,” katanya.

Melalui alat yang dikembangkan tersebut, keduanya berupaya membantu pembudidaya memberikan pakan ikan secara otomatis, teratur, serta sesuai dengan jadwal dan takaran yang telah ditentukan.

“Dengan alat yang kami buat ini, kami ingin membantu pemberian pakan secara otomatis dan lebih teratur dengan memanfaatkan IoT,” ungkap Natanael.

Ia menambahkan, teknologi yang dikembangkan juga memungkinkan pengguna mengatur sekaligus memantau sistem melalui koneksi internet.

“Cara kerja alat kami sangat mudah. Pengguna tinggal menentukan jadwal dan jumlah pakan yang akan diberikan. Setelah itu, sistem akan menjalankan alat sesuai jadwal yang telah ditentukan. Ketika waktunya tiba, mikrokontroler akan memberikan perintah kepada motor untuk mengeluarkan pakan. Jadi, pakan akan keluar secara otomatis tanpa harus diberikan secara langsung oleh pengguna,” jelasnya.

Memanfaatkan Teknologi IoT.

Terkait pemanfaatan Internet of Things (IoT), Natanael menjelaskan, teknologi tersebut dipilih agar alat dapat terhubung dengan internet sehingga pengguna tidak harus selalu berada di dekat alat.

“Pengguna nantinya bisa mendapatkan informasi dari sistem dan melakukan pengaturan melalui perangkat yang terhubung dengan internet. Jadi, menurut saya IoT cukup sesuai untuk mendukung sistem pemberian pakan otomatis ini,” ucapnya.

Menurut dia, di dalam alat terdapat mikrokontroler yang terhubung dengan internet dan sistem yang telah dikembangkan. Melalui sistem tersebut, pengguna dapat melakukan berbagai pengaturan sesuai fitur yang tersedia, seperti menentukan jadwal pemberian pakan maupun melihat informasi dari alat.

“Jadi, komunikasi antara alat dan pengguna dilakukan melalui koneksi internet,” katanya.

Ia menjelaskan, alat tersebut dapat mengatur waktu sekaligus jumlah pakan berdasarkan pengaturan yang dibuat pengguna. Untuk menentukan jumlah pakan yang tepat, terlebih dahulu dilakukan proses kalibrasi.

“Untuk waktunya, sistem akan bekerja sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sedangkan untuk jumlah pakan, kami melakukan kalibrasi terlebih dahulu untuk mengetahui berapa banyak pakan yang keluar berdasarkan waktu dan putaran motor. Dari hasil kalibrasi tersebut ditentukan takaran pakan yang benar-benar dibutuhkan,” jelasnya.

Takaran pakan yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan ikan dan kondisi ikan yang menjadi objek penelitian. Pengujian juga dilakukan melalui proses penimbangan secara berulang untuk mengetahui jumlah pakan yang dikeluarkan alat.

“Dari hasil pengujian tersebut, kami melakukan penyesuaian atau kalibrasi supaya jumlah pakan yang keluar mendekati takaran yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Diuji untuk Melihat Tingkat Akurasi.

Dalam proses pengujian, Natanael dan rekannya melakukan perbandingan untuk mengetahui kemampuan alat dalam memberikan pakan berdasarkan waktu dan jumlah yang telah ditentukan dibandingkan dengan pemberian pakan secara manual.

“Dari pengujian yang dilakukan, kami melihat hasil pemberian pakan berdasarkan jadwal dan takaran yang sudah ditentukan, kemudian dibandingkan dengan hasil aktual yang diberikan oleh alat,” ujarnya.

Menurutnya, tingkat akurasi alat dapat diketahui melalui perbandingan antara takaran yang telah ditentukan dengan jumlah pakan yang benar-benar dikeluarkan oleh sistem.

“Semakin baik tingkat ketepatannya, semakin baik pula akurasi penggunaan alat. Untuk nilai persentase akurasinya, kami menggunakan hasil dari pengujian yang telah dilakukan dalam penelitian,” jelas Natanael.

Kendala dalam Pengembangan Alat.

Dalam proses penelitian dan penyesuaian alat di lapangan, kedua mahasiswa tersebut juga menemukan sejumlah kendala. Salah satunya berkaitan dengan mekanisme keluarnya pakan agar jumlah yang dikeluarkan dapat lebih konsisten.

“Selain itu, bentuk dan ukuran pakan juga bisa memengaruhi proses keluarnya pakan. Kendala lainnya adalah koneksi internet, karena IoT membutuhkan koneksi yang cukup stabil untuk komunikasi antara alat dengan sistem,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menjelaskan, ketika jadwal otomatis telah tersimpan di dalam mikrokontroler, proses pemberian pakan tetap dapat berjalan meskipun alat tidak terus-menerus menerima perintah melalui internet.

“Namun, untuk fungsi yang membutuhkan internet, seperti pemantauan atau pengiriman data, akan terganggu ketika koneksi terputus. Ketika koneksi kembali aktif, sistem dapat terhubung lagi,” katanya.

Bagi keduanya,  proses penelitian tersebut memberikan pengalaman berharga. Alat yang pada awalnya hanya berupa rancangan akhirnya berkembang menjadi sebuah prototipe yang mampu menjalankan proses pemberian pakan secara otomatis.

“Dari proses tersebut, saya sendiri bisa mengetahui secara langsung bagaimana teori hingga proses praktik yang dipelajari bisa diterapkan menjadi sebuah alat yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat,” tuturnya.

Dia mengatakan, alat tersebut saat ini sudah dapat digunakan pada tahap prototipe dan pengujian skala kecil. Namun, untuk diterapkan secara langsung pada kolam masyarakat dalam jangka panjang, masih diperlukan pengujian lebih lanjut.

“Terutama dari segi ketahanan alat, kapasitas pakan, kestabilan sistem, dan kondisi lingkungan kolam,” ujarnya.

Bisa Dikembangkan untuk Jenis Ikan Lain.

Menurutnya, salah satu keunggulan alat tersebut adalah kemampuannya untuk bekerja secara otomatis sekaligus terhubung dengan pengguna melalui internet.

Alat tersebut juga dikembangkan berdasarkan kebutuhan penelitian sehingga masih dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pembudidaya.

Saat ditanya apakah alat tersebut dapat diterapkan untuk jenis ikan lainnya, Natanael mengatakan hal itu memungkinkan, tetapi membutuhkan sejumlah penyesuaian.

“Karena setiap jenis ikan memiliki kebutuhan pakan yang berbeda, baik dari jumlah, ukuran pakan, maupun jadwal pemberiannya. Jadi, sistem dasarnya bisa digunakan untuk ikan lain, tetapi pengaturan dan kalibrasi alat perlu disesuaikan,” jelasnya.

Sebagai peneliti, Natanael dan Alvando berharap inovasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan.

“Sebagai peneliti, kami berharap alat ini bisa membantu pembudidaya ikan dalam melakukan pemberian pakan dengan lebih teratur dan mengurangi pekerjaan yang masih dilakukan secara manual,” katanya.

Selain itu, keduanya berharap penelitian tersebut dapat menjadi salah satu contoh bahwa teknologi IoT tidak hanya dimanfaatkan dalam bidang teknologi, tetapi juga dapat diterapkan untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

“Kami berdua mengharapkan penelitian ini bisa menjadi salah satu contoh bahwa teknologi IoT tidak hanya digunakan untuk bidang teknologi, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk membantu kegiatan budidaya ikan di tengah masyarakat,” ucapnya.

Sedangkan Dosen Pembimbing, Ali Akbar Steven Ramschie, kepada Barta1.com, mengatakan alat manajemen pemberian pakan ikan mujair berbasis IoT memiliki manfaat yang cukup signifikan bagi pembudidaya, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan ketepatan pemberian pakan.

“Sistem ini dapat mengatur jadwal dan jumlah pakan secara otomatis, mengurangi risiko keterlambatan maupun kelebihan pemberian pakan, serta memungkinkan pemantauan dan pengendalian dari jarak jauh,” ungkap Ali.

Menurutnya, teknologi tersebut berpotensi mengurangi pemborosan pakan, menghemat waktu dan tenaga, sekaligus menyediakan data yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan pengambilan keputusan dalam kegiatan budidaya ikan mujair.

“Dengan demikian, teknologi ini berpotensi mengurangi pemborosan pakan, menghemat waktu dan tenaga, serta menyediakan data yang dapat digunakan untuk evaluasi dan pengambilan keputusan dalam kegiatan budidaya ikan mujair. Namun, tingkat manfaatnya tetap perlu dibuktikan melalui pengujian terhadap parameter teknis dan efisiensi budidaya,” jelasnya.

Ali menilai, teknologi pemberian pakan ikan mujair berbasis IoT juga berpotensi menekan pemborosan pakan sekaligus biaya operasional budidaya. Pengaturan jadwal dan dosis pakan secara otomatis dapat membantu mencegah pemberian pakan secara berlebihan. Sementara itu, fitur pemantauan jarak jauh dapat mengurangi kebutuhan waktu dan tenaga untuk melakukan pemberian pakan secara manual.

“Namun, besarnya penghematan tetap perlu dibuktikan melalui pengujian dan perbandingan antara sistem manual dengan sistem berbasis IoT,” katanya.

Berpotensi Diterapkan di Lingkungan Budidaya.

Ali menjelaskan, hasil penelitian tersebut memiliki peluang untuk diterapkan secara nyata di lingkungan budidaya ikan, khususnya dalam membantu otomatisasi dan pengelolaan pemberian pakan ikan mujair.

“Hasil penelitian ini berpotensi diterapkan pada lingkungan budidaya ikan secara nyata, khususnya untuk membantu otomatisasi dan pengelolaan pemberian pakan ikan mujair. Namun, sebelum diterapkan secara luas, sistem perlu melalui pengujian lapangan untuk memastikan keandalan perangkat, ketepatan pemberian pakan, kestabilan koneksi IoT, serta kesesuaian dengan kondisi lingkungan budidaya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan penelitian tersebut mendukung penerapan teknologi tepat guna dengan menghadirkan sistem pemberian pakan ikan mujair yang otomatis, relatif sederhana, terjangkau, serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembudidaya.

“Teknologi IoT membantu meningkatkan efisiensi waktu, tenaga, dan penggunaan pakan, sekaligus memungkinkan pemantauan dari jarak jauh. Dengan demikian, hasil penelitian dapat diadaptasi dan dikembangkan sesuai kondisi serta kemampuan masyarakat pembudidaya ikan,” ujarnya.

Dikembangkan Secara Bertahap dan Sistematis.

Ia menjelaskan, proses pengembangan penelitian dilakukan secara bertahap dan sistematis. Tahapan tersebut dimulai dari identifikasi kebutuhan pembudidaya, studi literatur, hingga perumusan spesifikasi sistem.

Selanjutnya, mahasiswa melakukan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, pembuatan program IoT, perakitan komponen, serta simulasi dan pengujian terhadap setiap bagian sistem.

“Setelah sistem berfungsi, seluruh komponen diintegrasikan menjadi prototipe alat manajemen pemberian pakan ikan mujair berbasis IoT. Kemudian dilakukan pengujian kinerja dan penyempurnaan berdasarkan hasil pengujian,” jelasnya.

Setelah prototipe selesai dikembangkan dan diuji, alat tersebut kemudian diimplementasikan kepada masyarakat, khususnya petani ikan di daerah Eris, Tondano.

Mahasiswa Mampu Mengubah Persoalan Menjadi Solusi Teknologi
Menurut Ali, kompetensi mahasiswa yang paling terlihat dalam penelitian tersebut adalah kemampuan merancang dan mengintegrasikan sistem IoT.

Kemampuan itu mencakup pemrograman mikrokontroler, penggunaan sensor dan aktuator, komunikasi jaringan, hingga pengembangan serta pengujian prototipe.

“Selain itu, mahasiswa juga berkembang dalam pemecahan masalah, analisis data, troubleshooting, kerja sistematis, dan penerapan konsep teori ke permasalahan nyata di bidang budidaya ikan,” ungkapnya.

Sebagai dosen pembimbing, Ali mengaku bangga melihat kemampuan mahasiswa dalam mengubah persoalan nyata yang dihadapi pembudidaya ikan menjadi sebuah solusi teknologi yang dapat diwujudkan dalam bentuk prototipe.

“Saya sebagai pembimbing, hal yang paling membanggakan adalah kemampuan mahasiswa mengubah permasalahan nyata dalam budidaya ikan menjadi sebuah solusi teknologi yang dapat diwujudkan dalam bentuk prototipe,” tuturnya.

Ia menambahkan, mahasiswa tidak hanya memahami konsep IoT secara teoritis, tetapi juga mampu mengintegrasikan perangkat keras, pemrograman, dan sistem pemantauan untuk menghasilkan sebuah alat yang memiliki potensi manfaat nyata bagi pembudidaya ikan mujair.

Keandalan dan Akurasi Masih Perlu Ditingkatkan.

Meski memiliki potensi untuk diterapkan, Ali mengatakan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki dalam penelitian tersebut, terutama menyangkut keandalan dan akurasi sistem.

“Yang masih perlu diperbaiki adalah keandalan dan akurasi sistem, terutama pada ketepatan dosis pakan, konsistensi mekanisme pengeluaran pakan, serta kestabilan koneksi IoT,” katanya.

Selain itu, menurutnya, alat perlu diuji dalam jangka waktu yang lebih lama di lingkungan budidaya nyata agar dapat diketahui tingkat ketahanannya terhadap berbagai kondisi, termasuk cuaca dan kelembapan.

“Efisiensi penggunaan energi, kapasitas penyimpanan pakan, serta kemudahan perawatan dan penggunaan oleh pembudidaya juga perlu diperhatikan,” ujarnya.

Akademisi senior itu menilai berbagai penyempurnaan tersebut penting dilakukan agar prototipe yang telah dikembangkan mahasiswa dapat ditingkatkan menjadi sebuah alat yang lebih andal dan siap diterapkan di lapangan.

“Perbaikan tersebut penting agar prototipe dapat dikembangkan menjadi alat yang lebih andal dan siap diterapkan di lapangan,” pungkasnya. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Ali Akbar Steven RamschieAlvando S. N. WenasJurusan Teknik Elektro PolimdoKristo NatanaelRancang Bangun dan Analisis Efektivitas Sistem Pakan Ikan Mujair Otomatis Berbasis IoT
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Mahasiswa Teknik Elektro Polimdo Ciptakan Alat Pakan Ikan Mujair Otomatis Berbasis IoT untuk Pembudidaya 19 September 2026
  • Kurang dari 24 Jam, Polres Bitung Ungkap Pencurian Mobil Daihatsu Ayla di Girian Bawah 19 September 2026
  • Jawab Kebutuhan Isi Daya Kendaraan Listrik, PLN Hadirkan Layanan HCS Ultima 19 September 2026
  • Polimdo dan BP3MI Sulut Bekali 40 Calon PMI dengan Bahasa Inggris dan Kompetensi Kerja 19 September 2026
  • 168 Tahun GMIST Sion Sawang Jauh, Menjaga Warisan Pelayanan Lintas Generasi 19 September 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In