Talaud, Barta1.com — Membaur dengan masyarakat bawah di berbagai tempat di Kabupaten Kepulauan Talaud sepanjang pekan pertama dan kedua Juni 2024 dipandang sejumlah pengamat telah memicu popularitas Bakal Calon Bupati (Bacabup) Talaud Irwan Hasan, SE.
Tak saja itu, ketika berbicara dalam beragam kesempatan dengan menggunakan bahasa Talaud telah menjadikan dia sebagai gambaran figur pemimpin yang mengakar dengan budaya masyarakatnya.
Bahkan, gagasan massaruwenten yang menjadi poros dari visi misinya menuju Pilkada Talaud 2024 dipandang masyarakat sebagai gagasan membangun Talaud yang cemerlang.
Irwan Hasan mengatakan, di Talaud sejatinya yang dibutuhkan adalah gagasan dan gerakan yang bisa mengilhami dan mendorong terjadinya sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.
“Inilah gagasan Massaruwenten yang sudah saya gagas sejauh ini lewat gerakan Poros Baru Porodisa yang berkiprah membantu beragam masalah terkait kemiskinan dan kebutuhan pangan, perumahan, pendidikan dan sosial budaya,” kata Irwan Hasan.
Gerakan peduli Talaud dalam beberapa tahun terakhir atas prakarsa sosok pengusaha kelahiran desa Pulutan, Karakelang, inilah juga yang telah menjadi pemantik ketertarikan Partai Golkar, Gerindra, dan Perindo memajukan Irwan Hasan sebagai Bakal Calon Bupati di Pilkada Talaud 2024.
Gagasan peduli Talaud Irwan Hasan lewat Poros Baru Porodisa dalam pandangan banyak pihak telah memicu preferensi politik bagi dirinya dalam kontestasi politik di kabupaten kepulauan itu.
Apa sejatinya yang menarik dalam refleksi gagasan-gagasan murni dia yang didedikasikan untuk negeri kelahirannya nun di perbatasan Indonesia-Filipina itu?
Terkait gagasannya, Irwan Hasan menerjemahkan filosofi berbagi itu dalam dua ide besar yang menjadi acuan platform gerakan Poros Baru Porodisa, yaitu: Pertama, gerakan berbagi yang bersifat diakonis peduli Talaud, berupa aksi nyata bantuan sosial dan kemanusia bagi masyarakat Talaud.
Kedua, gerakan berbagi gagasan atau berbagi pencerahan di bidang sosial budaya, politik pemerintahan, pembangunan, dunia usaha dan revitalisasi budaya.
Ide, gagasan, dan tindakan berbagi Irwan Hasan bisa jadi tertakar hanya semacam terang nyala api dari sebatang lilin di tengah kegelapan atas pembacaannya terhadap isu-isu kontemporer, serta persoalan faktual yang dialami masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud saat ini.
Namun sebagai sebuah gagasan dan gerakan membangun jalan berkat bagi masyarakat Talaud, hal ini tak mungkin tertampik. Karena pada hakikatnya, masyarakat juga ingin melihat matahari terbit dengan lembut menyinari tawa riang anak-anak mereka. Sebuah dunia yang indah, hangat dan baik.
Dan setiap generasi akan lahir dengan mengucapkan terima kasih bagi setiap niat baik. Dan setiap orang akan membantu yang lainnya untuk menemukan dunia yang indah itu. Lalu berbagi dengan sebanyak mungkin orang, setiap sinar kehidupan yang dimilikinya. Dan para penguasa akan menjadikan dirinya sebagai lentera bagi rakyatnya. Mereka akan menyala menyinari jalan-jalan yang ditempuh, sehingga tak ada satu pun orang Talaud terantuk oleh karena kelalaiannya.
Pada kesempatan lain ia mengatakan, kita tak butuh orang untuk disalahkan saat merenungi beragam masalah yang dihadapi Talaud hari ini. Sejatinya yang dibutuhkan adalah gagasan dan gerakan yang bisa mengilhami dan mendorong terjadinya sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.
Kita pun tak butuh oposisi dalam memperjuangkan apa yang ideal untuk Talaud. Justru yang kita butuh adalah gerak bersama seluruh elemen, masyarakat, pemerintah, partai politik, ormas, dunia usaha, lembaga keagamaan dan budaya, serta seluruh potensi dan daya yang ada untuk menyatu mewujudkan masa depan yang diidamkan itu.
“Jangan sampai ada yang lupa bahwa kebaikan itu pernah ada. Pernah diperjuangkan dan terus dijaga. Demikian ide original Poros Baru Porodisa baik sebagai gagasan dan sebagai gerakan,” ungkap Irwan Hasan.
Di sini terlihat, Poros Baru Porodisa bukan gerakan yang membutuhkan tepuk tangan, sorak sorai, bahkan pujian terhadap apa yang dilakukannya. Poros Baru Porodisa justru sebuah gerakan yang berada di jalan sunyi dalam mewujudkan kerja-kerja nyata.
Sebuah implementasi yang tak sekadar air mata saat memandang nasib daerah kita tercinta, tapi sebuah gerakan menyentuh, membantu, mendorong, bahkan berbagi gagasan yang lebih nyata terhitung dan terukur untuk mewujudkan apa kita sebut sebagai perubahan Talaud ke arah yang lebih baik. (*)
Penulis:
Iverdixon Tinungki


Discussion about this post