Manado, Barta1.com – Depan Jurusan Administrasi Bisnis (AB) Politeknik Negeri Manado (Polimdo), ramai akan mahasiswanya, Senin (20/05/2024). Keramaian itu, ternyata disebabkan oleh adanya proses pembelajaran yang berkaitan dengan marketing research, pengambilan keputusan dan digital marketing.

Mereka terlihat beramai-ramai mengerjakan tugasnya, di mana ada yang bertugas sebagai marketing, pembuat produk, perbendaharaan dan sebagainya. Cara mereka, selayaknya pada satu perusahaan yang tersistem.

Semuanya sudah tahu tugas dan tupoksinya masing-masing. Dalam menjalankan, sebuah usaha. Begitupun dengan Franklin Roosevelt Katordjo, salah satu mahasiswa Jurusan AB Polimdo, program studi (Prodi) MB (Manajemen Bisnis), kepada Barta1.com mengatakan kelas 6 MB 2 telah membuat produk tela-tela singkong, Avocado kocok, Brownies Lumer, ChocoFruit Bowl dan buah-buahan dari coklat. Bahkan ada juga, Hott Cassava.

“Proses pembuatan beberapa produk ini. Tidak memakan waktu yang lama, hanya 4 jam saja. Kemudian, berkaitan dengan biayanya, itu patungan dari mahasiswa,”ungkap Franklin.
Ia menyebut, bahwa produk yang dibuat oleh kelasnya itu, merupakan produk yang banyak disukai oleh konsumen, apalagi mahasiswa, staf bahkan dosen itu sendiri.

“Baru beberapa jam produk kami sudah habis, sehingga mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Sampai menutupi, keuangan yang dikeluarkan sebelumnya. Pembelajaran kali ini, sangat berharga untuk mendorong mahasiswa menjadi entrepreneur (pengusaha),” terangnya.
Vekky Supit, SE.,MSi, salah satu dosen di Jurusan AB Polimdo, menyebut mahasiswanya sedang melaksanakan pembelajaran, yang berkaitan dengan marketing research, pengambilan keputusan dan digital marketing. “Digitalisasi yang dimaksud di sini, berkaitan dengan pembuatan kuesioner dalam bentuk google form.”

“Dari google form itu, mahasiswa bisa mengetahui apa yang menjadi kemauan konsumen. Apa yang menjadi produk mahasiswa saat ini, tidak serta merta kemauan mereka sendiri, melainkan dilihat dari kebanyakan apa yang dipilih oleh masyarakat umum dari kuesioner yang dibagikan,” jelas Veky yang didampingi dosen pengajar lainnya, yakni Friska J. Papia, SE., MM.
Sebelum menentukan produk, kata Veky, mahasiswa telah membuat analisa keputusan, terlebih dahulu. Jadi, apa yang dipasarkan ini merupakan permintaan konsumen.
“Setiap produk yang ditampilkan ini, tentunya ingin mendapatkan tanggapan dari setiap pembeli, berkaitan dengan kekurangan dan sebagainya, kemudian akan dikoreksi. Dan itu, menjadi bagian dari final project. Baru mereka, akan diberikan nilai,” ucap Veky sambil tersenyum.
Ia menambahkan, kegiatan ini tujuan utamanya adalah, bagaimana mahasiswa itu menjadi entrepreneur, secara mandiri. Bahkan, setelah dari sini, akan ada keberkelanjutannya.
“Setelah proses pembelajaran hari ini. Ke depannya, mereka akan diperkuat dengan programnya Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polimdo, yakni WMK (Wirausaha Merdeka Kampus),” singkatnya.
Selanjutnya, ketika mereka masuk semester 7, nantinya akan menjadi bagian dari WMK. Di saat itu juga, sudah ada praktisi yang akan turun tangan. “Mereka nantinya akan dilakukan pembimbingan oleh praktisi, saat membuat maupun memasarkan produknya,” tuturnya.
“Proses pembelajaran hari ini, yang terlibat itu Kelas 6 MB 2, 6 MB 4 dan 6 MB 6. Sekali lagi, dalam pembuatan produk ini. Mereka saling patungan. Berkaitan dengan untung dan rugi, itu urusan dari mahasiswa. Dosen hanya megontrol dan menilai, jadi dosen tidak memegang uang mereka, karena semuanya mahasiswa yang mengaturnya,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post