Sitaro, Barta1.com – Badan Geologi Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan evaluasi aktivitas Gunung Ruang, yang terletak di Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, menyampaikan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam aktivitas vulkanik Gunung Ruang.
Pengamatan Visual
Periode 1-17 April 2024, cuaca di sekitar Gunung Ruang bervariasi dari cerah hingga hujan. Gunung api tersebut terlihat jelas, meskipun terkadang tertutup kabut. Suhu udara berkisar antara 26-32°C, dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan dan barat.
Pada 16 April 2024, terjadi erupsi dengan intensitas lemah, mengeluarkan asap putih tebal. Erupsi eksplosif tercatat pada 16 April 2024 pukul 21.45 WITA dengan tinggi kolom erupsi mencapai 2.000 m dari puncak. Erupsi berlanjut pada 17 April 2024, dengan ketinggian kolom erupsi berkisar antara 1.800 m hingga 3.000 m di atas puncak.
Pengamatan Instrumental
Selama periode 1-17 April 2024, terjadi 1.439 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 569 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 6 kali gempa Tektonik Lokal, dan 167 kali gempa Tektonik Jauh. Jumlah gempa ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Evaluasi Pasca Peningkatan Aktivitas
Setelah kenaikan tingkat aktivitas menjadi Waspada (Level II) pada 16 April 2024 pukul 13.00 WITA, dan Siaga (Level III) pada 16 April 2024 pukul 16.00 WITA, aktivitas visual dan kegempaan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Erupsi Gunung Ruang disertai dengan migrasi magma dari reservoir magma dalam ke permukaan, dengan erupsi eksplosif dan efusif yang berselingan.
Rekomendasi
Berdasarkan hasil pemantauan, Hendra Gunawan merekomendasikan peningkatan tingkat aktivitas Gunung Ruang dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (AWAS) mulai tanggal 17 April 2024 pukul 21.00 WITA. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif Gunung Ruang. Evakuasi diperlukan bagi masyarakat yang tinggal dalam radius 6 km dan mewaspadai potensi bahaya seperti lontaran batuan pijar dan tsunami.
Penutup
Tingkat aktivitas Gunung Ruang akan dievaluasi secara berkala. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Ruang melalui aplikasi MAGMA Indonesia, dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta lembaga terkait.**


Discussion about this post