Manado, Barta1.com – Renungan Kristen pada hari ini Jumat 5 April 2024 dikutip dari RHK GMIM berjudul: Menyembah Yesus Yang Bangkit dengan bacaan Matius 28:9.
Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Salome adalah perempuan-perempuan yang luar biasa. Mereka mendapatkan kehormatan untuk menjadi saksi pertama sekaligus pemberitahuan Injil (Kebangkitan Yesus) yang pertama. Karena merekalah yang pertama datang ke kubur Yesus pagi-pagi benar karena kesetiaan dan kasihnya yang sungguh, tulus, ikhlas dan murni kepada Yesus. Itu karena mereka sangat bangga, kagum dan hormat kepada-Nya. Maka ke mana saja Yesus pergi, mereka ikut. Bahkan meski Yesus disiksa, didera, disalib dalam derita hingga mati, mereka terus mengikuti Yesus, baik dari dekat maupun dari jauh.
Maka keterpilihan dan keistimewaan atau kekhususan yang mereka terima dari Tuhan adalah upah dari kesetiaan dan kasih mereka yang tulus kepada Kristus. Merekalah yang pertama melihat kubur Yesus kosong dan terbuka. Merekalah yang pertama mendengarkan berita tentang kebangkitan Yesus dari malaikat Tuhan yang menggulingkan kubur Yesus, dan pertama mendapatkan perintah untuk menyampaikan kebangkitan Yesus kepada para murid Yesus dan semua orang. Mereka jugalah perempuan bahkan manusia pertama yang bertemu Yesus saat kebangkitan-Nya.
Yesus pertama kali menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Salome, saat mereka sedang berlari-lari cepat untuk bertemu para murid menyampaikan hal yang terjadi. Tetapi masih di jalan tiba-tiba Yesus menampakkan diri kepada mereka. Mereka kaget, gembira dan sangat bersukacita. Ketakutan dan kekuatiran yang sempat hinggap pada diri mereka karena kubur kosong, lenyap sudah. Ketika mereka berjumpa Yesus, semuanya sudah berubah. Kebahagiaan dan sukacita mereka menjadi sempurna.
Ketika bertemu mereka, Yesus menyampaikan salam kepada mereka. Mereka sangat kaget dan sangat bergembira ketika melihat Yesus yang sangat mereka kagumi, hormati dan agungkan. Mereka kemudian datang mendekat kepada Yesus dan memeluk kaki-Nya. Mereka menyatakan rasa hormat yang setinggi-tinggi kepada-Nya sekaligus rasa syukur yang tak terhingga. Tak cukup sampai di situ. Mereka kemudian menyembah Yesus. Karena mereka tahu bahwa Yesus memang adalah Tuhan yang sejati dan benar-benar adalah Sang Mesias dan Juruselamat dunia. Itulah yang menjadi dasar iman’ mereka kepada Yesus, sehingga mereka tiada pernah lelah terus mengikuti Yesus. Bahkan sekalipun Yesus sudah mati, mereka tetap menyatakan kesetiaan mereka kepada Tuhannya.
Kesetiaan mengikut Yesus dan kesediaan berkorban waktu, tenaga dan hal-hal lain untuk Tuhan, tidaklah sia-sia. Hal-hal terbaik yang kita lakukan untuk Tuhan disertai pengorbanan, semuanya adalah investasi iman kita kepada Tuhan. Tuhan memperhitungkan semuanya sebagai bentuk kasih dan kesetiaan kita kepada-Nya. Kristus Sang Maha tahu pasti tahu apa yang layak dan terbaik untuk kita. Karena Dia adalah Tuhan yang maha adil. Dia melakukan seperti apa yang dialami dan diterima oleh para perempuan itu.
Pengajaran dan keteladanan Yesus sungguh tiada taranya. Malah, ketika bertemu dengan mereka, Yesus yang duluan memberi salam. Ini mengajarkan kita agar selalu menjalin hubungan tali kasih dengan sesama dan terutama mengajarkan kita untuk saling mendahului dalam hal memberi hormat dan salam kepada sesama. Memberi hormat, bukan minta dihormati, apalagi gila hormat. Yesus telah memberi teladan. Bahwa meski Dia adalah Tuhan, tetapi Dia yang lebih dahulu memberi salam kepada para perempuan itu. Jadi saling memberi hormat itu penting dan harus dilakukan oleh semua orang yang percaya pada Tuhan Yesus. Kitalah yang harus lebih dahulu mengambil inisiatif dalam memberi hormat. Bukan menunggu dihormati.
Dengan demikian, ikatan kasih sesama umat Tuhan akan terus terbangun, sehingga semua umat manusia hidup saling mengasihi seperti Yesus yang sudah lebih dahulu mengasihi manusia, bahkan rela berkorban nyawa-Nya. Itulah sebabnya, para perempuan itu selalu mencari Yesus, mau hidup dalam Yesus, setia dan taat kepada-Nya, dan mereka selalu menyembah Dia dalam segala situasi dan kondisi. Maka mereka sangat dikasihi Kristus. Karena siapa yang setia dan taat kepada Tuhan, akan dikasihi dan diistimewakan atau dukhususkan-Nya.
Demikian firman Tuhan hari ini: Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya, (ayat 9).
Sembahlah dan muliakan Kristus dalam Roh dan Kebenaran seperti para perempuan. Sesungguhnya Dia selalu ada bersama kita, di setiap musim kehidupan kita. Dia yang sudah bangkit dari antara orang mati, pasti menyelamatkan dan memberkati kita secara heran, dahsyat dan luar biasa. Asal kita hidup berkenan, setia dan taat pada-Nya. Lakukan segala kehendak-Nya, kita pasti diberkati-Nya, melebihi apa yang kita harapkan dan pikirkan, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post