• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Renungan Kristen Kamis 28 Maret 2024: Pertobatan di Kayu Salib

by Agustinus Hari
28 Maret 2024
in Edukasi
0
Renungan Kristen 16 Maret 2024: Berkat Tidak Mengkhianati Kasih

Ilustrasi renungan Kristen. (foto: blog.cph.org)

0
SHARES
603
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Renungan Kristen pada hari ini Kamis 28 Maret 2024 diberi judul: Pertobatan di Kayu Salib sesuai bacaan Markus 15:27-28.

Apa yang terjadi pada Yesus sudah dinubuatkan ratusan tahun sebelumnya. Itu adalah penggenapan apa yang disampaikan oleh para nabi, termasuk Yesaya. Bahwa Yesus akan menderita sengsara, dihina, dan dibunuh dengan kejamnya, hingga mati di atas Kayu Salib. Itu karena kedegilan hati umat Israel. Yesus yang amat sangat maha baik, tiada noda, cela dan dosa, Manusia yang paling baik yang sempat ada di muka bumi, dihakimi dengan degil. Dia justeru dibuat sama dengan para penjahat atau penyamun. Dia diperlakukan seperti teroris yang membahayakan.

Itulah terjadi di Kayu Salib. Di Golgota, Tempat Tengkorak, Yeaus disalib bersama 2 penjahat. Nama keduanya adalah Dismas (di samping kanan) dan Gestas (kiri). Demikian hinanya Yesus sehingga disamakan dengan penjahat atau penyamun. Sungguh sangat menyakitkan. Manusia sempurna dihina menjadi kotor oleh kejahatan mereka.

Bahkan Gestas menantang dan menghujat Dia katanya; “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Tetapi Dismas menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah. Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja. Kata Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus, (Luk 23:39-43).

Gestas adalah penyamun yang menghakimi penyamun. Dia adalah penjahat yang merasa diri benar. Sampai-sampai orang benar, baik dan amat sangat baik dihakiminya tanpa rasa bersalah. Ini tentu suatu perbuatan yang tidak tahu malu dan tidak tahu diri. Di tengah-tengah hukuman karena dosanya sendiri, masih saja mau menghakimi Orang Benar. Maka hukuman kekal diterimanya.

Hal sebaliknya terjadi pada Dismas. Dalam penderitaan akibat dosanya, Dismas malah mengaku dosa dan mohon ampun kepada Yesus. Dia berharap Yesus menerima dirinya kelak bersama-Nya di sorga mulia. Dismas menegor dan mencela Gestas yang seenaknya mengolok-olokkan dan menghina Yesus. Sebab dia sadar bahwa dirinya dan Gestas pantas dihukum. Tetapi Yesus adalah Orang Benar yang tiada cacat cela, tetapi menerima hukuman itu. Dia juga sadar dan tahu bahwa Yesus adalah Mesias, Tuhan yang datang sebagai Juruselamat dunia.

Hal inilah yang membuat perbedaan antara keduanya sebagai penjahat. Bahwa memang tidak ada manusia yang sempurna yang tidak ada dosanya. Tetapi, jika kita bertobat, kita diampuni dan dikasihi Allah. Sebaliknya, jika kita mengeraskan hati dan tetap bersandar pada pengertian sendiri, membela dan membenarkan dosa kita bahkan balik menyerang, menyalahkan dan menghakimi orang lain, justeru akan lebih memberatkan hidup kita. Hukuman kekal menanti cara hidup orang yang demikian.

Kisah Dismas, adalah teladan bagi kita. Bahwa tidak ada kata terlambat bagi kita untuk bertobat. Bahkan pertobatan Dismas yang sungguh itu, dalam tradisi Santo, dia disebut sebagai adalah Santo yang mengikuti Yesus pada menit-menit akhir hidupnya, tetapi mendapat belas kasihan yang luar biasa dari Kristus. Tuhan kita amat sangat baik. Jika kita punya niat baik untuk bertobat, maka Dia mengampuni dan mengasihi kita. Kita pasti diselamatkan-Nya dan menikmati hidup bahagia bersama-Nya di sorga mulia bersama Dia, seperti yang dirasakan dan dinikmati oleh Dismas.

Yesus mengasihi orang yang tulus hati. Bukan soal berapa lama hidup bersama Yesus yang menentukan. Tetapi soal hati yang tulus dan kualitas iman serta ketaatan kepada Tuhan. Dia melihat kedalaman hati kita. Dia sangat mengerti bahasa hati dan tetesan air mata kita. Dia jauh lebih tahu dari kita apa yang jauh lebih baik bagi kita. Dia mengasihi kita, jauh lebih dari diri kita mengasihi diri kita sendiri.

Demikian firman Tuhan hari ini: Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya. Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: “Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka, (ay 27-28).

Penyamun yang bertobat seketika saja diampuni dan dikasihi-Nya, apalagi kita yang sudah bertobat dan terus bertahan diri hidup setia dan taat pada-Nya.

Yesus tahu hati kita. Yesus mengasihi kita lebih dari apapun dan siapapun yang mengasihi kita. Dia menyerahkan hidup-Nya seutuhnya untuk kita. Dia rela disamakan seperti penyamun. Semuanya demi kita. Jawablah semuanya itu dengan hidup dalam pertobatan. Milikilah hati yang tulus dan murni dan kasih yang tak terbatas kepada Tuhan dan sesama. Kita akan menikmati mahkota kehidupan sempurna dan abadi bersama-Nya, di bumi dan di sorga bersama-Nya, amin.

Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM

Barta1.Com
Tags: Kamis 28 Maret 2024kayu salibKristus TuhanpertobatanRenungan KristenRHK GMIMTuhan Yesus
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Promosi Produk Masyarakat Malinau

Promosi Produk Masyarakat Malinau

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Menembus Arus Selat Dudepo, Sentuhan Kabel Laut Pertama Sulawesi Tuntaskan 100 Persen Listrik Desa di Gorontalo 5 Agustus 2026
  • Reses di Tengah Duka, Hi. Amir Liputo Serap Aspirasi dan Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Pakowa–Aspol 5 Agustus 2026
  • Upaya Satgas Penanggulangan Kemarau Sitaro Suplai Air Bersih hingga Kampung-kampung 5 Agustus 2026
  • Serap Aspirasi Masyarakat Boltim, Seska Ervina Budiman Siap Perjuangkan Berbagai Program Prioritas 4 Agustus 2026
  • Sinergitas Polres Bitung dan Forkopimda Hadapi Dampak El Nino, Utamakan Keselamatan Masyarakat 4 Agustus 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In