(Berdasarkan Injil Lukas 23:50-56 dan ayat-ayat terkait.)
Script writer: Iverdixon Tinungki
Bagian I: Yusuf Dari Arimatea dan Pilatus
Lagu Pembuka dan pengiring Narasi: Instrumen bernuansa tegang dan sedih.
Narasi:
– Saat itu para peziarah dari berbagai negara sedang berkumpul di Yerusalem di hari menjelang paskah. Yesus menghembuskan nafasnya di tiang salib.
Adegan 1:
(Pilatus dikawal tentara Romawi sedang berjalan menuju tempat duduknya di suatu tempat yang agak tinggi. Setelah duduk, ia kemudian memandang jauh ke depan ke bukit Kalvari. Ia seperti menerawang mengingat keputusannya yang tidak adil terhadap penghakiman Yesus.)
Narasi:
– Pontius Pilatus, Penguasa Yudea, mengingat peringatan istrinya bahwa ia telah membuat keputusan yang keliru terhadap Yesus pada Penyaliban hari itu, ia sedih.
– Pada hari itu pula sebagaimana kesaksian Injil Lukas 23: 50-52: Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar. Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.
Adegan 2:
(Yusuf Dari Arimatea Menghadap Pilatus)
Yusuf:
Aku Yusuf Dari Arimatea, anggota Majelis Besar Yudea, dengan penuh harapan memohon kepada yang mulia gubernur Pontius Pilatus, kiranya berkenan menyerahkan mayat Yesus kepada kami untuk dikuburkan.
Pilatus:
Lakukanlah seperti apa yang seharusnya engkau inginkan.
(Pilatus pergi bersama para pengawal Romawi. Sementara Yusuf Dari Arimatea juga berlalu dari tempat itu.)
Bagian II: Mayat Yesus di Turunkan dari Salib.
Musik Ilustrasi: lagu Kepala Yang berdarah.
Adegan 3:
(Yesus nampak masih tergantung di kayu salib dijaga beberapa tentara Romawi)
(Banyak orang berkumpul agak jauh. Mereka adalah para pengikut Yesus dan para perempuan yang dekat dengan Yesus yang sedang menangis.)
(Tak berapa lama mucul Yusuf Dari Arimatea di tempat itu. Bicara kepada tentara Romawi yang berjaga.)
Yusuf Dari Arimatea:
Saya Yusuf Dari Arimatea, anggota Majelis Besar Yudea. Saya telah mendapatkan izin dari yang mulia Pontius Pilatus untuk mengambil mayat Yesus agar bisa dikuburkan.
Salah seoarang tentara Romawi:
Lakukanlah sebagaimana yang telah diperintahkan!
Narasi:
Hari sudah agak senja, sebagaimana kesaksian Lukas 23: 53a : Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan.
Adegan 4:
(Beberapa lelaki maju membantu Yusuf dari Arimatea menurunkan Mayat Yesus dari kayu salib dan mengafaninya. Beberapa perempuan yang menyaksikan peristiwa itu nampak sedih dan menangis, sementara orang-orang lainnya ikut menyanyi lagu kepala yang berdarah mengikuti musik ilustrasi).
(Tak jauh dari tempat itu, ada seorang lelaki membacakan puisi:)
Judul Puisi: ISA
Karya : Chairil Anwar
Itu Tubuh
mengucur darah
mengucur darah
rubuh
patah
mendampar tanya: aku salah?
kulihat Tubuh mengucur darah
aku berkaca dalam darah
terbayang terang di mata masa
bertukar rupa ini segara
mengatup luka
aku bersuka
(Setelah mayat Yesus terkafani lalu diusung menuju kubur)
Bagian III: Penguburan
Musik Ilustrasi: The Lord’s Prayer
Narasi:
– Dalam lukas 23: 53- 56: Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat. Hari itu adalah hari persiapan q dan sabat hampir mulai. Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, r ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan. Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur.
–
Adegan 5:
(Mayat Yesus diusung dan diarak mendekati Kubur. Orang-orang ikut menyaksikan mayat Yesus dibaringkan ke dalam kubur. Setelah kubur di tutup, semua tertunduk hening berdoa.)
(Seorang perempuan melafalkan doa BAPA KAMI diikuti semua orang.)
(Setelah doa usai, mereka meninggalkan tempat itu.)
Tamat.
Tuminting, 17 Maret 2024. (*)


Discussion about this post