Sangihe, Barta1.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus mempercepat penanganan dampak gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah perbatasan Indonesia-Filipina. Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bertolak menuju Kecamatan Kepulauan Marore pada Rabu malam, (10/62026), pukul 22.00 Wita.
Rombongan berangkat dari Pelabuhan Laut Tahuna menggunakan KM Sabuk Nusantara 95 dengan tujuan Kampung Kawio, Marore, dan Matutuang, tiga wilayah yang terdampak gempa paling signifikan pascagempa yang berpusat di wilayah Mindanao, Filipina.
Keberangkatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana berjalan optimal, sekaligus melihat secara langsung kondisi masyarakat di lapangan.
“Iya, ini kami membawa bantuan dari Pemprov, Pemkab, dan dari instansi vertikal yang terkumpul,” kata Michael Thungari saat diwawancarai sesaat setelah kapal lepas tambat dari Pelabuhan Laut Tahuna.
Dalam kunjungan itu, pemerintah membawa berbagai bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi bahan kebutuhan pokok, material bangunan, tenda pengungsian, hingga obat-obatan.
“Kami bersama Forkopimda menuju Kepulauan Marore untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa. Bantuan yang kami bawa meliputi sembako, material bangunan, tenda, serta obat-obatan,” ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan kemanusiaan, salah satu agenda utama pemerintah adalah melakukan verifikasi ulang terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa. Pendataan ulang dinilai penting untuk memastikan tingkat kerusakan yang sebenarnya serta kebutuhan warga yang harus segera ditangani.
Menurut Thungari, data yang akurat akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan bentuk bantuan lanjutan, termasuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Di lokasi nanti juga akan dilakukan pendataan kembali terhadap rumah-rumah yang terdampak bencana. Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi dengan baik,” katanya.
Pemerintah daerah juga menjadwalkan kerja bakti bersama jajaran Forkopimda untuk membantu membersihkan rumah-rumah warga yang terdampak gempa. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan lingkungan dan meringankan beban masyarakat yang masih berupaya bangkit pascabencana.
Kunjungan langsung Bupati, Wakil Bupati, dan Forkopimda ke wilayah terdampak menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh proses penanganan bencana berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat di Kepulauan Marore.
Peliput: Rendy Saselah

Discussion about this post