Manado,Barta1.com – Seseorang yang sering berpergian (melakukan pendakian) ke Gunung secara perlahan karakternya akan terbentuk secara mandiri. Begitulah salah satu manfaat, yang diceritakan oleh Kirana Mangimbulude, setelah melakukan pendakian di Gunung Api Lewerani.
Gunung yang memiliki ketinggian 640 MDPL itu keberadaannya di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Indonesia, yang menjadi salah satu tujuan Kirana.
“Selain Banda Neira, Gunung Api Lewerani ini merupakan tujuan saya, di mana keindahan Alam-nya tak kalah menarik dengan Gunung – gunung di tempat lain,” singkatnya.

Setiap pendaki, kata Kirana, ketika tiba di puncak Gunung Api Lewerani akan melihat keindahan lautan di antara pulau-pulau, beserta sunset yang begitu cantik.
“Intinya, Gunung Api Lewerani ini akan memberikan cerita baru dan menarik bagi setiap pendaki, yang nantinya akan berkunjung,” ujarnya.
Lanjut Perempuan kelahiran Manado, 10 September 2001 itu, menyatakan bahwa ada kekayaan alam lainnya yang bisa dilihat saat memulai perjalanan di Gunung Lewerani. Kekayaan Alam itu, di antaranya hutan yang lebat beserta faunanya seperti burung Baikole, Kelelawar dan Kuskus.
“Dari semua keindahan yang diceritakan di atas, sebenarnya ada proses yang telah dilewati dan itu tidak mudah. Di mana jalur pendakiannya sangat ekstrim. Ada satu jalur pendakian yang membuat saya sendiri sampai merangkak di bebatuan dan pasir, sekalipun hanya memiliki 2 pos,” terangnya.
Untuk itu, bagi setiap pendaki yang akan berkunjung ke Gunung Api Lewerani ini harus memastikan staminanya secara prima, kemudian mental dan fisiknya. Bahkan di Gunung tersebut, ada hal – hal yang tidak bisa dilakukan seperti berisik dan mengeluarkan perkataan yang kotor.
“Selain mental dan fisik yang harus disiapkan. Hal lainnya juga adalah, logistik dan perlengkapan yang memadai,” ucap anak tunggal dari pasangan Risko Mangimbulude dan Endang Lian Kakalang ini.
Kirana ketika ditanya soal perjalanannya menggunakan transportasi laut atau udara. Ia menjawab, menggunakan transportasi laut dengan menaiki Kapal Pelni dari Kota Bitung menuju Ambon, kemudian dari Ambon melanjutkan perjalanan ke Banda Neira. “Perjalanan saya dari Kota Bitung Ke Banda Neira itu memakan waktu 4 hari 3 malam dengan menghabiskan uang sebesar 3 Juta.”
“Dari Banda Neira ke Gunung Api Lewareni harus menyebrang lagi menggunakan perahu berkisar 5 menit, dengan biayanya 5 ribu saja. Kemudian pada pendakian itu, saya tidak sendiri. Saya ditemani 2 orang sahabat yang begitu baik, yakni Abang Fandry dari KPA Gembala Banda Neira dan ABang Ebeng dari Tidore,” kata Kirana sembari menyebut pendakiannya itu hanya memakan waktu 2 jam untuk mencapai puncak.
Perlu diketahui, apa yang dilakukan oleh Kirana merupakan bentuk keberanian dari seorang perempuan, di mana ia melakukan perjalanan dari Kota Bitung ke Banda Neira seorang diri. Hanya untuk mencapai apa yang diinginkan. Perempuan yang memiliki kecintaan dengan dunia pendakian Gunung sejak SMA ini. Sudah melakukan pendakian di beberapa Gunung, di antaranya Gunung Manadotua, Gunung Payung Poopo, Gunung Lokon, Gunung Tampusu, Gunung Awu Sangihe dan Gunung Api Lawerani. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post